Politik

FPI: de facto Ahok kalah

53.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
13:54
16 FEB 2017
Sekjen FPI Habib Novel Bamukmin. Foto: Antara
Reporter
Imam Bashori
Sumber
Rimanews

Rimanews - Sekjen FPI Jakarta, Habib Novel Bamukmin, menyebut, Ahok kalah dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 secara de facto, meskipun hasil hitung cepat dari sejumlah lembaga survei menempatkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat sebagai pemenang.

"Alhamdulillah umat Islam menang 58 persen," kata Habib Novel di Jakarta, hari ini. Pernyataan Novel ini merujuk pada gabungan suara pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono yang perolehan suaranya berada di kisaran 58 persen.

Berdasarkan hasil hitung cepat beberapa lembaga survei, seperti Polmark Indonesia, Indikator Politik Indonesia, Lembaga Survei Indonesia, Litban Kompas, dan Lembaga Survei Indonesia, pasangan Ahok-Djarot mendapatkan sekitar 42 persen, Anies Sandi di kisaran 39 persen dan Agus Sylvi kurang dari 20 persen.

Novel meyakini, pemilih Ahok hanya hanya 42 persen dan tidak akan bertambah di putaran kedua Pilkada, April mendatang. Sementara pemilih lawan Ahok sebanyak 58 persen, bahkan kemungkinan bertambah.

"Pendukung Ahok kalah jumlah," ujarnya. 

FPI, kata Novel bertekat menyatukan suara umat Islam yang terpecah di putaran pertama kemarin untuk memenangkan pertarungan dan merebut posisi Ahok dari jabatan gubernur DKI.

"Satukan suara umat Islam yang 58 persen. Dengan izin Allah kita gusur Gubernur koruptor dan penista agama," tuturnya.

Kendati demikian, Novel mengaku belum berkomunikasi dengan kubu Agus Sylvi yang sudah berlapang dada mengakui kekalahannya, tadi malam. "Wah kalau untuk itu saya belum tahu," kata dia.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
24 Februari 2017 | 18:03
Jokowi: saya cinta Muhammadiyah
24 Februari 2017 | 11:23
Hak Angket Ahok cuma gaya-gayaan DPR
24 Februari 2017 | 10:14
Gerindra yakini Angket Ahok Gate mulus
24 Februari 2017 | 10:02
Kemendagri siapkan pengganti Ahok
24 Februari 2017 | 06:00
Renyahnya gorengan isu Freeport
23 Februari 2017 | 15:22
Ahok: saya selalu salah
23 Februari 2017 | 06:00
2 aral baru bagi ahok
22 Februari 2017 | 20:23
Djarot tak kenal Iwan Bopeng
22 Februari 2017 | 17:32
Demokrasi di Indonesia kebablasan
22 Februari 2017 | 15:36
Mendagri: saya tidak bela Ahok
22 Februari 2017 | 13:07
Putusan MA soal Ahok sudah tepat
22 Februari 2017 | 12:46
MK buka pendaftaran sengketa pilkada
22 Februari 2017 | 11:29
Mendagri siap digugat atas status Ahok