Politik

"Mengaku kalah, Agus ikuti saran SBY"

9.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:08
16 FEB 2017
Dok. Agus Harimurti saat konferensi pers, Rabu malam
Editor
Dede Suryana
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pengamat politik LIPI, Indria Samego, menduga pernyataan Agus Harimurti Yudhoyono yang mengaku kalah di pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017, merupakan anjuran dari ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono.

"Gaya Agus saya kira itu tidak lepas dari anjuran Bapaknya. Bapaknya mungkin belakangan menyadari untuk menjadi seperti Habibie, menjadi Bapak Bangsa," ujar Indria seperti dilansir Antara, hari ini.

Agus memberikan pernyataan kekalahan, beberapa jam setelah hitung cepat sejumlah lembaga survei yang memastikan perolehan suaranya jauh di bawah pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi. Agus-Sylvi hanya memperoleh kurang dari 20 persen suara, sementara Ahok-Djarot berada di kisaran 42 persen dan Anies-Sandi menyusul kemudian dengan suara rata-rata 39 persen. Dengan hasil ini, Agus-Sylvi dipastikan tersingkir dan Ahok-Djarot akan bertarung dengan Anies-Sandi di putaran kedua Pilgub DKI, April mendatang.

Indria meminta masyarakat menghargai sikap Agus yang mengaku kalah di kontestasi politik ibu kota, kemarin. "Kita harus mengapresiasi Agus. Di Indonesia ini biasanya orang kalau kalah, kalau tidak malu, mencari alasan, buang muka, atau benci kepada yang menang, itu perilaku tidak kesatria," ujarnya.

"Perilaku kesatria seperti yang dilakukan Agus. Kalah ya kalah, tidak kemudian mencari alasan," sambung dia.

Menurut Indria, kekalahan Agus dalam Pilkada DKI mungkin disebabkan kurangnya usaha Agus untuk lebih dekat dengan pemilih, di luar usaha blusukannya.

Dia juga tidak melihat tiga panggung debat berpengaruh pada masyarakat kelas bawah. "Saya enggak yakin orang Jakarta banyak yang menonton debat karena chanel sinetron lebih menarik dari debat elitis," kata dia.

Demikian pula dengan Sylviana Murni yang dia nilai tidak tampil gemilang dalam debat. Dia juga menilai bahwa pemilihan Sylvi untuk mendampingi Agus menuju kursi DKI 1 kurang tepat.

"Agak keliru juga memasang dia karena dia sebagai elit Betawi, satu-satunya perempuan, itu terlalu menggampangkan. Ditambah lagi kualitas debat yang tidak sesuai dengan harapan," ujar Indria.

Terbaru
24 Februari 2017 | 18:03
Jokowi: saya cinta Muhammadiyah
24 Februari 2017 | 11:23
Hak Angket Ahok cuma gaya-gayaan DPR
24 Februari 2017 | 10:14
Gerindra yakini Angket Ahok Gate mulus
24 Februari 2017 | 10:02
Kemendagri siapkan pengganti Ahok
24 Februari 2017 | 06:00
Renyahnya gorengan isu Freeport
23 Februari 2017 | 15:22
Ahok: saya selalu salah
23 Februari 2017 | 06:00
2 aral baru bagi ahok
22 Februari 2017 | 20:23
Djarot tak kenal Iwan Bopeng
22 Februari 2017 | 17:32
Demokrasi di Indonesia kebablasan
22 Februari 2017 | 15:36
Mendagri: saya tidak bela Ahok
22 Februari 2017 | 13:07
Putusan MA soal Ahok sudah tepat
22 Februari 2017 | 12:46
MK buka pendaftaran sengketa pilkada
22 Februari 2017 | 11:29
Mendagri siap digugat atas status Ahok
Berita Terkait
17 Februari 2017 | 14:25
Lulung: nasib SBY sama seperti saya
15 Februari 2017 | 21:56
Pendukung semangati Agus-Sylvi
15 Februari 2017 | 15:21
Sylviana: kita lihat saja nanti
15 Februari 2017 | 13:13
Agus: masyarakat Jakarta sudah cerdas