Politik

KPU DKI: pilkada putaran kedua tunggu hasil penghitungan resmi

867
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:25
16 FEB 2017
Dok. Penghitungan suara Pilkada DKI
Editor
Dede Suryana
Sumber
Antara

Rimanews - Komisioner KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos mengatakan bahwa keputusan adanya putaran kedua Pilkada ditentukan dari hasil perhitungan resmi perolehan suara calon gubernur dan wakil gubernur.

"Misalnya hasil resmi menyatakan tidak ada pasangan calon yang lebih dari 50 persen dan kalau tidak ada sengketa di Mahkamah Konstitusi, maka putaran kedua tanggal 19 April 2017," kata Betty di Hotel Bidakara, Jakarta, hari ini.

KPU hingga saat ini masih melakukan penghitungan suara berdasarkan rekapitulasi perolehan dari 23.315 TPS. Rekapitulasi data secara manual pada tingkat kecamatan akan dimulai hari ini hingga 22 Februari 2017. Rekapitulasi dilanjutkan di tingkat kota pada 22-25 Februari dan rekapitulasi di tingkat provinsi pada 25-27 Februari 2017. 

Betty menjelaskan, pada 4 Maret KPU akan memutuskan apakah ada pilkada putaran kedua atau tidak. Meski dalam hitung cepat sejumlah lembaga survei, Pilkada akan berlangsung dua putaran karena perolehan suara ketiga pasangan calon tidak ada yang mencapai lebih dari 50 persen. Pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot saiful hidayat memperoleh 42 persen, Anies Baswedan-Sandiaga Uno 39 persen, dan Agus Harimurti-Sylviana Murni 19 persen.

Meski belum diputuskan ada putaran kedua, Betty memastikan KPU sudah menyiapkan dana jika terjadi pemilihan gubernur putaran kedua.

"Anggaran yang sudah kita anggarkan untuk putaran dua tinggal eksekusi kalau ada putusan MK menyatakan bahwa kita tidak ada yang lebih dari 50 persen dan tidak bersengketa kita lanjut putaran kedua, insya Allah sudah siap," ujarnya.

Betty menambahkan, saat untuk rekapitulasi suara Pilkada DKI 2017 melalui aplikasi Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) hingga Kamis (16/2) siang sudah mencapai 50 persen.

Input dan pemindaian formulir C1 hasil pemungutan suara di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, sejak Rabu (15/2) sore. 

Setelah dipindai, petugas operator mengunggah data tersebut agar dapat dipantau oleh berbagai pihak melalui aplikasi Situng.

Terbaru
24 Februari 2017 | 18:03
Jokowi: saya cinta Muhammadiyah
24 Februari 2017 | 11:23
Hak Angket Ahok cuma gaya-gayaan DPR
24 Februari 2017 | 10:14
Gerindra yakini Angket Ahok Gate mulus
24 Februari 2017 | 10:02
Kemendagri siapkan pengganti Ahok
24 Februari 2017 | 06:00
Renyahnya gorengan isu Freeport
23 Februari 2017 | 15:22
Ahok: saya selalu salah
23 Februari 2017 | 06:00
2 aral baru bagi ahok
22 Februari 2017 | 20:23
Djarot tak kenal Iwan Bopeng
22 Februari 2017 | 17:32
Demokrasi di Indonesia kebablasan
22 Februari 2017 | 15:36
Mendagri: saya tidak bela Ahok
22 Februari 2017 | 13:07
Putusan MA soal Ahok sudah tepat
22 Februari 2017 | 12:46
MK buka pendaftaran sengketa pilkada
22 Februari 2017 | 11:29
Mendagri siap digugat atas status Ahok