Politik

PKB belum tentukan sikap di putaran kedua Pilgub DKI

1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
18:22
16 FEB 2017
Dok. Muhaimin Iskandar
Editor
Stefanus Yugo
Sumber
Rimanews

Rimanews - Partai Kebangkitan Bangsa belum menentukan sikap untuk mendukung salah satu calon pasangan gubernur DKI Jakarta di putaran kedua.

"Saya sedang melihat, mendengar dan membaca," kata Ketua Umum DPP Muhaimin Iskandar, seperti dikutip dari laman resmi PKB, hari ini.

Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei menunjukkan pasangan yang diusung PKB bersama PAN, Demokrat, dan PPP, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni tersingkir dari pertarungan perebutan kursi gubernur DKI 2017-2022. Hitung cepat Pilkada DKI Jakarta 2017 oleh Litbang Kompas memperlihatkan Agus-Sylvi berada di urutan terbawah dengan perolehan 17,37 persen suara. Sedangkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat memperoleh 42,87 persen suara, dan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, 39,76 persen. Ahok-Djarot dan Anies-Sandi lolos ke putaran kedua.

Muhaimin mengatakan, setelah melihat, mendengar dan membaca, ia baru meminta masukan dari para kiai untuk menentukan sikap agar dapat menemukan yang terbaik untuk Jakarta.

"Sampai pada saatnya, saya akan meminta masukan dari semua, guna menemukan yang terbaik buat warga DKI Jakarta," katanya.

Menurut Ketum PKB, pasangan Agus-Sylvi merupakan pilihan terbaik untuk DKI Jakarta. Namun, masyarakat Jakarta belum memilki pandangan yang sama dengan pilihan PKB.

"Kami salut dengan Agus-Silvi yang legowo, semoga karir politik keduanya bisa lebih baik di masa mendatang. Kalau ada pertanyaan kapan PKB akan bersikap, tanyakan kepada kiai apa sikap yang harus diambil PKB," tandasnya.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
24 Februari 2017 | 18:03
Jokowi: saya cinta Muhammadiyah
24 Februari 2017 | 11:23
Hak Angket Ahok cuma gaya-gayaan DPR
24 Februari 2017 | 10:14
Gerindra yakini Angket Ahok Gate mulus
24 Februari 2017 | 10:02
Kemendagri siapkan pengganti Ahok
24 Februari 2017 | 06:00
Renyahnya gorengan isu Freeport
23 Februari 2017 | 15:22
Ahok: saya selalu salah
23 Februari 2017 | 06:00
2 aral baru bagi ahok
22 Februari 2017 | 20:23
Djarot tak kenal Iwan Bopeng
22 Februari 2017 | 17:32
Demokrasi di Indonesia kebablasan
22 Februari 2017 | 15:36
Mendagri: saya tidak bela Ahok
22 Februari 2017 | 13:07
Putusan MA soal Ahok sudah tepat
22 Februari 2017 | 12:46
MK buka pendaftaran sengketa pilkada
22 Februari 2017 | 11:29
Mendagri siap digugat atas status Ahok