Politik

Pengakuan Hehamahua soal orang dekat Mega harus diusut

3.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
09:50
17 FEB 2017
Dok: Politisi Partai Demokrat, Benny K Harman. Foto: Zul/Rimanews
Reporter
Zul Sikumbang
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pengakuan dari mantan penasihat KPK, Abdullah Hehamahua bahwa perancang kriminalisasi terhadap mantan ketua KPK, Antasari Azhar adalah orang dekat Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, harus dibuka untuk menegakkan keadilan.

"Silahkan negara membuka kembali kasus Antasari untuk menegakkan keadilan dan kebenaran bila perlu kasus-kasus yang lain juga," kata Politisi Partai Demokrat, Benny K Harman, kepada Rimanews, hari ini.

Selasa lalu, Abdullah Hehamahua menyatakan, perancang krimininalisasi kasus mantan ketua KPK, Antasari Azhar adalah orang dekat Megawati. Pernyataan itu disampaikan oleh Abdullah setelah sehari sebelumnya, Antasari berbicara di Bareskrim dan menyatakan "kriminalisasi" dirinya dilakukan oleh SBY.

Antasari menuding SBY berada di balik dugaan rekayasa kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen (mantan direktur PT Putra Rajawali Banjaran yang terbunuh pada tahun 2009). Dia  juga menyebut nama Hary Tanoesoedibjo, yang juga Ketua Umum Partai Perindo, sebagai utusan SBY yang menemuinya agar tidak menahan Aulia Pohan, besan SBY dalam kasus korupsi yayasan BI.

Menurut Abdullah, dia memberikan pernyataan untuk menjawab pertanyaan banyak orang tentang kasus Antasari, dan ditulis hanya untuk kalangan terbatas tapi beredar luas di publik.

Abdullah juga menyatakan bahwa  Antasari (saat ini) digunakan untuk meraup suara untuk memenangkan Ahok (dalam Pilkada DKI Jakarta), tapi di kubu Anies ada Chandra dan Bambang, dua mantan komisioner KPK yang lebih berprestasi di KPK dibandingkan Antasari. 

Terbaru
24 Februari 2017 | 18:03
Jokowi: saya cinta Muhammadiyah
24 Februari 2017 | 11:23
Hak Angket Ahok cuma gaya-gayaan DPR
24 Februari 2017 | 10:14
Gerindra yakini Angket Ahok Gate mulus
24 Februari 2017 | 10:02
Kemendagri siapkan pengganti Ahok
24 Februari 2017 | 06:00
Renyahnya gorengan isu Freeport
23 Februari 2017 | 15:22
Ahok: saya selalu salah
23 Februari 2017 | 06:00
2 aral baru bagi ahok
22 Februari 2017 | 20:23
Djarot tak kenal Iwan Bopeng
22 Februari 2017 | 17:32
Demokrasi di Indonesia kebablasan
22 Februari 2017 | 15:36
Mendagri: saya tidak bela Ahok
22 Februari 2017 | 13:07
Putusan MA soal Ahok sudah tepat
22 Februari 2017 | 12:46
MK buka pendaftaran sengketa pilkada
22 Februari 2017 | 11:29
Mendagri siap digugat atas status Ahok