Politik

Lulung: nasib SBY sama seperti saya

33.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:25
17 FEB 2017
Dok. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Haji Lulung
Reporter
Oki
Sumber
Rimanews

Rimanews - Politisi PPP, Abraham Lunggana alias Haji Lulung menilai yang menimpa mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mirip dengan politisasi dan kriminalisasi yang dialamatkan kepada.

"Sama kan kayak Haji Lulung, dianiaya, dipukuli, dilapori, sabar aja. Orang kan bisa lihat, oh Haji Lulung benar, enggak apa-apa," kata dia kepada wartawan, hari ini.

Hal itu dilontarkan Lulung mengomentari kekalahan pasangan calon gubernur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam hitung cepat suara di Pilkada DKI yang menurutnya akibat politisasi yang menimpa SBY. Lulung yang merupakan pendukung Agus-Sylvi itu mengaku menyesalkan upaya penjegalan tersebut.

Sementara itu, kriminalisasi yang dimaksud Lulung adalah kasus korupsi pengadaan Uninterruptible Power Supply pada APBDP DKI Jakarta 2014 yang disebut-sebut ikut menyeret namanya. Lulung sudah beberapa kali dimintai keterangan oleh penyidik Bareskrim, namun dalam status sebagai saksi.
"Sebelumnya, surveinya (Agus-Sylvi) bagus kan? Makanya ini ada pengaruh politik banyak lah dampaknya kepada Pak SBY. Sidang KH. Ma'ruf Amin kan melibatkan SBY karena sadapan. Terakhir yang sangat booming itu tentang Antasari," ungkap Lulung.

Lulung menjelaskan bahwa kejadian yang menimpa SBY berdampak pada tingkat keterpilihan Agus di Pilkada DKI.

"Kasihan juga lah ya, tapi enggak apa-apa Pak SBY dan AHY sudah menerima itu sebagai ksatria. Pidatonya saja keren, penyampaiannya keren. Itu lah hebat seorang ksatria karena tentara," ujarnya.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
26 Februari 2017 | 14:55
PDIP klaim kuasai Papua dan Aceh
26 Februari 2017 | 14:03
Ketua KPU DKI puji Agus Yudhoyono
26 Februari 2017 | 12:42
KPU DKI siap digugat
25 Februari 2017 | 20:59
60 persen dana parpol ditanggung APBN
25 Februari 2017 | 16:17
Narkoba teror menakutkan bagi bangsa
25 Februari 2017 | 15:45
Polda Jabar bentuk polisi santri
25 Februari 2017 | 15:15
Demokrasi tak pernah kebablasan
24 Februari 2017 | 18:03
Jokowi: saya cinta Muhammadiyah
24 Februari 2017 | 11:23
Hak Angket Ahok cuma gaya-gayaan DPR
24 Februari 2017 | 10:14
Gerindra yakini Angket Ahok Gate mulus
24 Februari 2017 | 10:02
Kemendagri siapkan pengganti Ahok
Berita Terkait
10 Februari 2017 | 06:00
Eksodus pendukung Agus-Sylvi
7 Februari 2017 | 05:00
Suara Agus digerogoti lewat SBY
1 Februari 2017 | 22:37
Agus tak tahu SBY telepon Ketum MUI