Politik

Jaksa Agung: larangan menyalatkan jenazah bentuk ujaran kebencian

1.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:34
14 MAR 2017
Dok. Spanduk larangan menyalatkan jenazah (Foto: Istimewa)
Reporter
Angga Yudha Pratama
Sumber
Rimanews

Rimanews - Spanduk berisi seruan untuk tidak menyalatkan jenazah warga pendukung penista agama terkategori ujaran kebencian, menurut Jaksa Agung M Prasetyo. 

"Yang pasti adalah satu bentuk penyebaran kebencian. Kita tunggu apakah penyidik menindaklanjuti sebagai sebuah perkara atau tidak," ujar Prasetyo di Gedung Kejaksaan Agung, hari ini. "Itu menyebarkan kebencian antar sesama golongan warga Indonesia," sambungnya. 

Spanduk bertuliskan “Masjid Ini Tidak Menyalatkan Jenazah Pendukung & Pembela Penista Agama” sempat ramai di media sosial. Salah satu Masjid yang memampang spanduk tersebut terletak di Kelurahan Karet, Setiabudi, Jakarta Pusat bernama Masjid Al-Jihad.

Berdasarkan data yang dihimpun, sejak Januari hingga Maret, Pemprov DKI telah menurunkan spanduk provokatif sebanyak 336 buah. Bulan januari 273 spanduk, Februari 40 Spanduk dan maret hingga tanggal 8 sudah 23 spanduk. 

Spanduk terbanyak terdapat di wilayah Jakarta Barat dengan 87 spanduk, disusul Jakarta Utara 80 spanduk, Jakarta Selatan 71 Spanduk, Jakarta Pusat 56 Spanduk, Jakarta Timur 42 Spanduk. Sementara di kota Administrasi Kepulauan Seribu Pemprov DKI tak menemukan spanduk. 

Prasetyo menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta harus mencegah spanduk-spanduk serupa kembali terpasang di wilayah DKI Jakarta. 

"Jangan sampai hal seperti ini justru dimanfaatkan untuk kepentingan lain, poltik dan sebagainya," kata Prasetyo yang merupakan politisi Partai NadDem itu.

Terbaru
22 Maret 2017 | 19:08
Ahok: Soeharto itu cerdas
21 Maret 2017 | 15:14
Sandiaga laporkan kekayaan ke KPK
21 Maret 2017 | 06:00
Memalukan jika Anies sampai kalah
20 Maret 2017 | 15:51
PAN: Ridwan Kamil layak didukung