Politik

Aleg PKS: KJP dan KJS amanat UUD, bukan milik gubernur

1.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
10:29
18 MAR 2017
Dok: Calon gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama yang menjadikan KJP dan KJS sebagai program unggulan
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews - Warga DKI Jakarta tidak perlu khawatir kehilangan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS) meski berganti gubernur, sebab kedua program tersebut merupakan amanat konstitusi. 

Hal tersebut disampaikan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jakarta Timur, Ahmad Zainuddin saat melakukan sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bersama Kantor BPJS Kesehatan Jakarta Timur.

Zainuddin mengatakan, sesuai amanat undang-undang dasar, pemerintah melalui APBN maupun APBD harus mengalokasikan 20 persen untuk pendidikan. Di Jakarta, program KJP merupakan penerapan amanat UUD. Apalagi APBD DKI Jakarta mencapai sekitar Rp 70 triliun. Begitupun dengan program KJS. 

"Pasal 28H dan pasal 34 UUD jelas mengamanatkan negara untuk memberi jaminan sosial dan kesehatan. Jadi ini program negara, siapapun Presiden atau gubernurnya. Jadi jangan ada gubernur yang mengklaim KJS atau KJP ini programnya," tegas politisi PKS ini.

Karena itu Zainuddin menyesalkan, jika program KJP dan KJS diklaim gubernur petahana demi meraup suara rakyat dalam setiap kampanye politik. Klaim demikian, menurutnya, tidak mencerdaskan masyarakat. Dan hanya menciptakan ketakutan serta kontraproduktif bagi warga DKI Jakarta. 

Lebih lanjut anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan ini mengatakan, program JKN yang diselenggarakan BPJS juga menjadi bentuk ikhtiar pemerintah Indonesia untuk mewujudkan negara kesejahteraan atau welfare state. Dengan program JKN, lanjut Zainuddin, diharapkan masyarakat akan menjadi sehat dan produktif sehingga mampu meningkatkan kesejahteraannya. 

"JKN ini adalah jaminan sosial nasional, yang termasuk ke dalam tujuh Proritas Reformasi Kesehatan. Karena itu bapak ibu warga DKI harus berpartisipasi aktif dalam program ini dengan mendaftar sebagai peserta. Kami di DPR, khsususnya Komisi IX terus mengawasi BPJS agar pelayanan terus semakin baik," imbuh Zainuddin.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
28 April 2017 | 21:05
Pilkada DKI jadi Pilpres jilid II
27 April 2017 | 16:40
Petinggi Golkar tidak solid
27 April 2017 | 15:29
500 antrean untuk jumpa Ahok
27 April 2017 | 07:20
"Penyidik KPK zalim dan sembrono"
26 April 2017 | 20:34
Gerindra tolak hak angket KPK