Politik

Djan: Lulung dukung calon yang enggak-enggak

4.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
06:01
19 MAR 2017
Abraham Lunggana alias Haji Lulung mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno
Reporter
Oki
Sumber
Rimanews

Rimanews - Ketua Umum PPP, Djan Faridz mengeluhkan keputusan Abraham Lunggana alias Haji Lulung untuk mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilkada DKI putaran kedua. Menurutnya, Lulung telah memilih pasangan yang tidak pantas.

"Eh tiba-tiba dia dukung calon yang enggak-enggak. Malamnya kita (PPP) langsung rapat," ujarnya menceritakan kronologi pemecatan Lulung, di kantor DPP PPP Menteng, Jakarta Pusat kemarin.

Rapat itu, diakui Djan, diinisiasi ratusan kader PPP yang mengancam akan mundur bila dirinya tidak segera memecat Lulung."Mereka bilang kalau Pak Faridz tak keluarin pemecatan kita semua di DPP mundur. Pilihan berat, kan. Ya sudah, Haji Lulung kita pecat," katanya.

Djan mengungkapkan bahwa dirinya sudah merayu Haji Lulung supaya mau mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebelum dirinya memecatnyad dari jabatan Ketua DPW PPP DKI Jakarta.

"Sebelum saya pecat, saya bujuk dia di putaran pertama, saya ajak ngobrol di rumah, silaturahmi, kenapa? Beliau (Lulung) itu sahabat saya puluhan tahun, tapi dia enggak mau," ujar Djan, hari ini.

Sejak kontestasi Pilkada DKI Jakarta dimulai, sosok Lulung memang cukup menarik perhatian publik. Setelah lama setia membela PPP kubu Djan Faridz, Lulung mendadak membelokkan dukungan untuk membela pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni di putaran pertama.

Padahal, meskipun terlambat memposisikan diri sebagai partai pengusung, Djan Faridz di tengah jalan menegaskan partai akan menjadi bagian dari pendukung Ahok-Djarot.

Dengan kekalahan Agus-Sylvi, Djan mengaku optimistis bisa menghadirkan Lulung untuk mendukung Ahok-Djarot di putaran kedua. Namun, ketika itu Lulung agak susah dihubungi hingga akhirnya Djan mengutus orang untuk menemui Lulung di kediamannya di bilangan Tanah Abang.

Djan menerangkan bahwa ketika itu dia sempat meminta Lulung untuk bekerja memenangkan Ahok-Djarot di Pilkada. Dengan rekam jejak sahabat lama Djan berharap Lulung setuju. Dengan menolak, berarti Lulung siap dipecat.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
15 Juni 2017 | 14:53
Usai dilantik, Djarot temui Ahok
13 Juni 2017 | 15:09
DPR berhak mengawasi KPK
9 Juni 2017 | 18:28
Djarot dilantik 15 Juni
Politik