Politik

Ridwan Kamil belum pikirkan siapa cawagubnya

1.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:10
19 MAR 2017
Editor
Sumber
Antara

Rimanews - Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil menuturkan, dirinya hingga saat ini belum memikirkan tentang sosok calon wakil gubernur (cawagub) meski telah dideklarasikan sebagai Calon Gubernur Jawa Barat 2018-2023 oleh Partai NasDem.

"Belum kepikiran soal pendamping mah (cawagub)," katanya di Monumen Bandung Lautan Api Lapangan Tegalega Kota Bandung, Minggu.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menuturkan dirinya sebagai orang yang bukan anggota partai politik merasa tidak mempunyai kapasitas memilih calon wakil gubernurnya.

"Kecuali semua parpol sepakat bahwa pilihan wakil misal diserahkan ke saya tapi kan gak juga ada partai yang saya dekati minta wakil dari partai itu. Dan Alhamdulillah kalau dari NasDem tidak ada syarat. Dan ini belum diikuti oleh semua partai. Jadi saya gak bisa bilang. Yang pasti kriteria," imbuhnya.

Dia juga mengapresiasi langkah Partai NasDem yang secara perdana memberikan dukungan kepadanya dalam perhelatan Pilgub Jawa Barat 2018 meski waktu pelaksanaannya masih 15 bulan lagi.

"Tentunya saya ucapkan terima kasih kepada NasDem yang memberikan kepercayaan kepada saya tanpa mahar. Partai NasDem memelopori politik etis ini," kata dia.

Dia juga siap menjalankan syarat yang telah ditentukan oleh Partai NasDem terkait pendeklarasian dirinya sebagai Calon Gubernur Jawa Barat 2018-2023.

"Semua syarat masih saya renungkan review pada saatnya registrasi tentunya hal tersebut disepakati secara normal. Setiap partai punya aspirasi satu satu dan saya tampung saja yang penting proses dari sini ke pasti itu kan masih ada dinamika jadi saya renungkan gimana baiknya," kata dia.

Sementara itu, saat Emil memberikan sambutan pada deklarasi tersebut ia sempat membacakan sebuah pantun berbau politis di akhir sambutannya.

"Berakti-rakit dahulu, berenang-renang ke tepian. Partai NasDem sudah deklarasi dahulu, kenapa partai lain masih banyak pikiran," tutup Emil.

Terbaru
19 Mei 2017 | 12:48
Djarot: OK OCE enggak jelas