Politik

Spanduk provokatif terus menjamur di Jakarta

1.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
11:23
20 MAR 2017
Dok: Spanduk penolakan salat jenazah bagi pendukung dan pembela penista agama
Reporter
Oki
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, menyatakan spanduk bernada provokatif semakin menjamur meski sudah ditertibkan oleh Satpol PP.

"Ini kayak lomba, jadi kita turunkan satu naik dua, turun dua naik empat," ujar Soni sapaan karibnya di Balai Kota Jakarta, hari ini.

Hingga kini Pemprov DKI telah menurunkan sebanyak 651 spanduk provokatif dari lima wilayah di Jakarta, serta Kepulauan Seribu. Sumarsono menyampaikan wilayah Jakarta Barat menjadi titik terbanyak sebaran pemasangan spanduk tersebut.

Dia mencatat, sebaran spanduk di Jakarta Barat mencapai angka 165, Jakarta Pusat 155, Jakarta Timur 138, Jakarta Utara 82, Jakarta Selatan 104, dan Kepulauan Seribu 7 spanduk.

Isi spanduk yang dianggap provokatif pun bermacam-macam. Antara lainyang paling populer adalah "Menolak salatkan jenazah warga pemilih gubernur kafir atau penista agama".

Soni menyampaikan, selama operasi giat menurunkan spanduk provokatif memang menjadi dilema tersendiri buat petugas Satpol PP DKI. Jika terus berlangsung, dia menyatakan, akan membuat penegasan dan himbauan keras kepada warga agar bersama-sama mewujudkan Jakarta yang tertib dan tentram.

"Yang pasti selama (spanduk) masih ada kami akan tertibkan," tegas Soni.

Terbaru
23 Maret 2017 | 20:28
Ahok dihadiahi buku Cak Nur
23 Maret 2017 | 19:45
Gerindra kecewa pada Ridwan Kamil
23 Maret 2017 | 18:23
Ahok: saya kerja ikhlas saja
23 Maret 2017 | 12:35
Jokowi kecam teror London
23 Maret 2017 | 06:00
SBY kena lagi
22 Maret 2017 | 19:08
Ahok: Soeharto itu cerdas
21 Maret 2017 | 15:14
Sandiaga laporkan kekayaan ke KPK