Politik

"Pejabat yang ditangkap KPK adalah orang baik tapi tak tahan godaan"

8.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
06:06
27 MAR 2017
Dok. Haedar Nashir
Editor
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pejabat yang ditangkap KPK pada dasarnya adalah orang-orang baik, tapi mereka tergoda ketika berkuasa, kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Mengutip Suara Muhammadiyah, kemarin, Haedar mengatakan hal itu dalam acara Pengajian Khusus Ulil Amri bertema ‘Hakikat Taat Allah Taat Rasul Taat Ulil Amri’ yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Batam.

"Para pejabat yang hari ini masuk dalam pusaran kekuasaan, sebagian besar tidak kuat menahan godaan," katanya.

Akhir Januari, KPK menangkap mantan Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar karena menerima suap dari pengusaha impor daging sapi berkaitan dengan uji materi Undang-Undang Peternakan yang diajukan pengusaha itu. KPK juga tengah membidik sejumlah anggota DPR dan pejabat Kementerian Dalam Negeri yang diduga terlibat suap proyek pengadaan e-KTP yang merugikan negara Rp2,3 triliun.

Selain karena faktor penyalahgunaan kekuasaan, Haedar juga memberi catatan tentang lemahnya sistem yang berlaku. Sistem yang longgar menyebabkan terjadinya akumulasi penyalahgunaan kekuasaan yang bisa dilakukan dengan mudah oleh siapa saja.

Namun Haedar optimis, masih banyak para pejabat dan penguasa yang menggunakan hati nurari, ketulusan, dan kesungguhan dalam membangun bangsa. "Semangatnya sama, ingin bangsa ini maju," katanya.

Haedar mengatakan, bahwa para pemimpin harus memiliki semangat rela berkorban dalam menegakkan nilai-nilai moral demi kemajuan bangsa. 

Dalam setiap level pimpinan, kata Haedar, godaan bagi para penguasa akan selalu ada. Utamanya godaan penyalahgunaan kekuasaan. Tindakan itu akan berakibat pada tumbuh suburnya ketidakadilan dan kesengsaraan rakyat. 

"Tidak memberi kesejahteraan bagi rakyat," kata Haedar.

Menurut Haedar kesungguhan para pemimpin dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan yang mensejahterakan rakyat termasuk bagian dari jihad fi sabilillah. Sehingga siapapun yang berada dalam lingkaran kekuasaan, harus teguh dan istiqamah dalam melaksanakan program-program pro rakyat.

"Para tokoh bangsa, pemimpin pemerintahan, dari pusat hingga bawah itu masih banyak yang berkeinginan dan punya nilai untuk membangun bangsa dan negara. Tetapi memang kita harus makin memperluas radius kesadaran itu," katanya.

Kesadaran saja belum cukup. Haedar mengajak para pemimpin yang telah memiliki kesadaran untuk berani memperjuangkan nilai-nilai integritas dengan tindakan nyata, demi kepentingan rakyat banyak. "Jadi semua kita yang punya posisi itu, harus rela berkorban demi nilai," kata Haedar.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
27 Juli 2017 | 06:01
Pansus KPK akan rugikan Jokowi
25 Juli 2017 | 15:02
Impian Yusril untuk PBB di 2019
24 Juli 2017 | 18:39
Amien Rais talak Jokowi
22 Juli 2017 | 06:01
Golkar panen tersangka korupsi
21 Juli 2017 | 07:31
DPR sahkan UU Pemilu
20 Juli 2017 | 06:00
Keajaiban Setya Novanto
18 Juli 2017 | 11:04
Nurdin Halid: Golkar tetap solid