Politik

Ahok berang dikritik Anies tak terapkan open governance

5.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
18:56
27 MAR 2017
Dok. Calon gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama
Reporter
Oki
Sumber
Rimanews

Rimanews - Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berang disebut pesaingnya, Anies Baswedan, tidak menerapkan open governance atau tata kelola pemerintahan terbuka selama memimpin Ibu Kota.

"Saya enggak ngerti apa yang dianggap enggak open governance, apa yang kurang terbuka lagi?" ujar Ahok saat ditemui di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, hari ini.

Anies Baswedan sebelumnya mengkritik Pemprov DKI di bawah kepemimpinan belum menerapkan pola open governance secara penuh dalam tata kelola pemerintahan. Menurut Anies, sebagian pola itu sudah diadopsi, namun dia ingin lebih terbuka lagi. 

Ahok menjelaskan, penerapan open governance adalah bagaimana masyarakat bisa memantau langsung apa yang dilakukan gubernur dan wakil gubernur ketika memimpin suatu kota. Dan itu, kata Ahok, sudah dilakukan semua saat dirinya menjabat bersama Joko Widodo.

"Sekarang kamu lihat saja, terus open governance akan menghasilkan partispasi publik, tujuannya apa? Untuk menghindari korupsi," terang dia.

Bentuk open government yang telah dilakukan itu, menurut Ahok, bisa dipantau langsung lewat e-budgenting, sistem yang telah berhasil mengungkap kasus korupsi uninterupted power supply (UPS) di Pemprov DKI. Sistem itu sendiri, kata Ahok merupakan perwujudan ide dari e-musrenbang. Sistem yang dapat menyerap aspirasi langsung warga lewat mekanisme elektronik.

"Kita kurang open government apa lagi, saking open governanceagar bermanfaat, kita wajibkan transaksi nontunai, arah uang dari mana, ke mana jelas sekali. Aku juga enggak ngerti dia (Anies) bilang open governance kita itu," ungkap Ahok.

Terbaru
15 Juni 2017 | 14:53
Usai dilantik, Djarot temui Ahok
13 Juni 2017 | 15:09
DPR berhak mengawasi KPK
9 Juni 2017 | 18:28
Djarot dilantik 15 Juni
Politik