Politik

Jawaban Ridwan Kamil disebut sesat pikir

4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
11:45
07 APR 2017
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

Rimanews – Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menyebut penulis yang mengatakan dirinya sesat pikir adalah orang yang kurang riset.

“Sudah dibaca kritikan Sdr. Frans. Diterima masukannya. tapi jika memberi judul ‘sesat pikir’ atau ‘narsisme penguasa kota’ saya kira penulis ini kurang riset. Bombastis,” ujar Ridwan lewat akun Facebooknya yang dipantau hari ini.

Di salah satu portal media, seorang penulis mengkritik proyek walkway yang digagas pemkot Bandung di Cihampelas. Penulis menyebut Ridwan sesat pikir.

Ridwan menjelaskan sistem elevated walkway ini adalah hasil riset visi Bandung 2030 untuk membudayakan jalan kaki hadir lagi untuk melawan budaya kota modern yang menurutnya jauh dari manusiawi.

“Skywalk cihampelas itu baru tahap awal. Mungkin 5 %. Ia bagian awal dari sistem pejalan kaki yang akan dihubungkan dengan sistem transportasi masa depan (LRT/Cable Car),” jelas Ridwan.

Menurut Ridwan, masih belum optimal masalah parkir mobil karena gedung parkir baru mau dibangun tahun ini.

“Stasiun cable car yang sedang lelang semester ini juga akan menclok di sana di waktunya tiba. Tidak ada pohon satu pun yang ditebang untuk menghormati ekologi jalan,” beber Ridwan.

Proyke di Cihampelas berukuran lebar karena sekaligus dijadikan area PKL

“Di lokasi lain tidak akan selebar itu. Ada Skywalk langsing yang akan melipir jalur rel KA barat-timur (masih dilobi Kemenhub) sehingga warga suatu hari bisa jalan kaki dari Kiara Condong ke Andir. Ada skywalk yang akan dititipkan di bawah struktur rel LRT,” katanya.

Terkait biaya, Ridwan mengaku tidak masalah jika membutuhkan dana cukup besar karena selama ini biaya untuk jalan aspal, jalan layang atau tol untuk memanjakan mobil dan motor sudah menghabiskan dana triliunan.

“Pelit amat, protes dengan biaya untuk budaya berjalan kaki,” katanya menanggapi tudingan dana untuk pejalan kaki adalah pemborosan.

“Ibarat masih babak penyisihan, sudah dikomentari macam-macam seolah babak final. Kurang bertanya, sesat di judul,” pungkas Ridwan.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
19 Mei 2017 | 12:48
Djarot: OK OCE enggak jelas