Politik

Golkar diminta tak lakukan manuver usai Pilkada DKI

11K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:34
20 APR 2017
Agung Laksono. Foto: Antara
Reporter
Zul Sikumbang
Sumber
Rimanews

Rimanews - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono meminta partai belambang beringin itu legowo menerima kekalahan dan mengingatkan kepada seluruh anggota agar tidak menghabiskan energi untuk mengevaluasi kepengurusan yang dipimpin Setya Novanto.

Lebih baik, sambungnya, Golkar jaga kekompakan dan konsentrasi menghadapi agenda politik 2018 dan 2019.

“Banyak agenda-agenda nasional yang akan dihadapi Partai Golkar seperti Pilkada 2018, Pilpres (pemilihan presiden), Pileg (pemilihan legislatif). Jadi, lebih baik kita jaga kekompakan, gak usah cari-cari siapa yang salah. Kita harus legowo, jaga kekompakan,” kata Agung Laksono di Jakarta, hari ini.

Hal itu dikatakan Agung terkait wacana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar setelah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat, pasangan yang mereka dukung, kalah dalam Pilkada DKI putaran kedua kemarin.

Agung menambahkan, keputusan yang diambil DPP Partai Golkar seperti penetapan calon gubernur, calon bupati, calon walikota untuk 2018, telah diproses secara demokratis.

“Jadi harus dipatuhi, harus loyal pada putusan baik oleh pengurus, dewan pembina, kader, dewan kehormatan, dewan pakar dan harus menjadi contoh ke bawah. Sehingga Partai Golkar bisa pertahankan hasil Pilkada bulan 2015 lalu,” kata mantan ketua DPR itu.

Untuk rekrutmen calon kepala daerah dari Golkar nanti, ia menyarankan agar untuk Pilkada harus lihat elektabilitas dari hasil survei.

“Bukan atas pertemanan, pekoncoan, tidak menggunakan uang dan dengan demikian bisa pertahankan hasil Pilkada seperti hasil Pilkada 15 Desember 2015. Pertahankan kemenangan 15 Februari 2017, dimana kemenangannya 58,5 persen sedangkan targetnya 60 persen,” kata Agung.

Terbaru
19 Mei 2017 | 12:48
Djarot: OK OCE enggak jelas