Politik

Ahok keok, PPP Romi gaduh

26.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
10:06
21 APR 2017
Ketua PPP Romahurmuziy bersama Ketum PPP hasil Munas Jakarta Djan Faridz (Foto: Istimewa)
Reporter
Zul Sikumbang
Sumber
Rimanews

Rimanews - Kegaduhan terjadi di internal PPP seturut kekalahan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI putaran kedua lalu, bahkan mengemuka wacana muktamar luar biasa untuk melengserkan ketua umum PPP Romahurmuziy (Romi).

Sekjen PPP Arsul Sani mengakui dukungan PPP ke Ahok menimbulkan kemarahan dan kekecewaan yang luar di kalangan elit maupun akar rumput Partai Kakbah. 

"Kemarahan dan ketidakpuasan itu kami maklumi. Kami perkirakan eskalasinya luar biasa dari kalangan internal, setelah kami jelaskan kepada wilayah ulama, mereka pahami walaupun mereka tidak setuju PPP dukung Ahok. Tapi tidak lagi dalam posisi marah, ngamuk," ujar Arsul di Gedung DPR RI, Jakarta, hari ini.

PPP Romi mengalihkan dukungan ke pasangan Ahok-Djarot di menit-menit terakhir putaran kedua, setelah jagoannya, pasangan Agus Harimurti-Sylviana Murni, tumbang di putaran pertama. Meski terkesan malu-malu hingga tidak mau mendeklarasikan dukungan kepada Ahok-Djarot, namun kubu Romi tetap merapatkan barisan di pasangan inkumben.  

Kabar angin yang berkembang, PPP tertekan lantaran kubu Djan Faridz sudah terlebih dahulu berada di barisan Ahok-Djarot. Rumor lain menyebutkan, jika PPP Romi tidak mendukung petahana, SK PPP yang sudah dikantong Romi bakal diserahkan pemerintah ke kubu Djan Faridz.

Asrul mewakili DPP PPP menyampaikan permohonan maaf atas dukungannya ke pasangan Ahok-Djarot. "Kita akan jelaskan ke DPC, DPW dan tokoh lokal PPP," ujarnya. 

"Nanti apakah bisa diterima atau tidak diterima penjelasan DPP PPP, kan ada mekanismenya, ada salurannya sebagaimana dalam AD/ART, yakni Muktamar Luar Biasa," sambungnya. 

Menurut Asrul, kader PPP boleh mengusulkan muktamar luar biasa, dan itu hal wajar dan DPP tidak akan menyikapi secara emosional apalagi mengancam. "Bisa muktamar luar biasa kalau 2/3 DPW dan 2/3 DPC se-Indonesia menginginkan MLB, itu tak bisa ditolak," kata Arsul.

Kendati begitu, Asrul berharap tidak sampai terjadi muktamar luar biasa dan mayoritas kader tetap solid serta memahami bahwa keputusan mendukung Ahok karena situasi yang sulit untuk dijelaskan secara terbuka.

Terbaru
27 April 2017 | 16:40
Petinggi Golkar tidak solid
27 April 2017 | 15:29
500 antrean untuk jumpa Ahok
27 April 2017 | 07:20
"Penyidik KPK zalim dan sembrono"
26 April 2017 | 20:34
Gerindra tolak hak angket KPK