Tak kunjung pulang, Rizieq takut skandal “Firza Hot”?

REPORTED BY: Dhuha Hardiansyah

Tak kunjung pulang, Rizieq takut skandal “Firza Hot”?

Kepulangan Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab ke tanah air tak hanya ditunggu-tunggu polisi tetapi juga masyarakat yang ingin melihat kejelasan kasusnya.

Tadinya, Rizieq dikabarkan kembali dari ibadah umrah di Tanah Suci pada Rabu (10/05/2017). Akan tetapi, Rizieq menambah waktunya di Arab hingga batas waktu yang tak ditentukan. Bahkan, Minggu depan, Ansufri Sambo (Ketua Presidium Alumni 212) menegaskan Komnas HAM akan ke negeri Raja Salman itu untuk membicarakan dugaan kriminalisasi dan teror yang dialami Rizieq.

Sejatinya, kedatangan Rizieq ditunggu oleh Polda Metro Jaya untuk melengkapi bukti kasus percakapan mesum bersama Firza Husein. Dalam kasus “Firza Hot” ini (di dalamnya ada foto bugil Firza), status rizieq adalah saksi. Di luar itu, Rizieq masih mempunyai beberapa kasus seperti tersangka penodaan Pancasila (30 Januari 2017), terlapor penghinaan SARA dan tuduhan makar.

Di Arab Saudi, selain umrah, Rizieq sempat memberikan ceramah di Hotel Zamzam yang salah satu segmen videonya tersebar luas di medi sosial. Dalam ceramahnya di hadapan puluhan diaspora Indonesia, Rizieq mencoba menjelaskan situasi politik terutama terkait penistaan agama oleh Ahok, Aksi 212, dan tuduhan makar. Rizieq, dalam sebuah video itu juga sempat menyinggup pelaku penembakan terhadap Novel Baswedan yang katanya orang suruhan dari Indonesia Timur.

Rizieq juga bertemu dengan puluhan diaspora Indonesia di Jeddah, termasuk mengundang perwakilan dari Ansor. Akan tetapi, beberapa undangan dari pemuda NU tersebut ditolak tuan rumah dengan alasan yang tidak jelas. Mereka sempat protes dengan keputusan tersebut, tetapi Ansor diminta untuk tidak memperbesar masalah ini.

Ramai diperbincangkan di media sosial bahwa keengganan Rizieq pulang membuktikan ketakutannya menghadapi masalah. Penulis AS Tobias Wolff dalam sebuah memoar berjudul This Boy's Life mengatakan, “Hilangnya rasa takut pada mereka yang tanpa kekuasaan akan membuat pusing mereka yang berkuasa.” Seharusnya Rizieq tidak perlu takut—jika memang kecut menghadapi kasus—apabila memang tidak bersalah. Jika takut, revolusi damai yang sering digaungkannya akan menguap tanpa makna, di samping akan terus dijadikan bahan tertawaan oleh lawan. Alih-alih pusing dengan gerakannya, mereka yang berseberangan akan mencatat kelakuan ini sebagai kepengecutan.

Sebagai sesama agamawan, Rizieq patut mencontoh ulama besar seperti Buya Hamka (1908-1981) yang juga pernah dibui dan menghadapinya sendiri tanpa pengerahan massa, bahkan tanpa pengadilan. Ketika bebas, dia sama sekali tak menaruh dendam untuk balik memenjarakan orang-orang yang memfitnah dia ketika kekuasaan memberikannya peluang. Hasilnya, Hamka dicatat sebagai pemenang sesungguhnya.

Hanya saja, yang sebagian orang nilai sebagai hal yang paling membuat risih Rizieq adalah skandal pornografi. Pasalnya, untuk kasus makar atau penghinaan Pancasila, beberapa tokoh sudah pernah dituduh demikian. Akan tetapi, untuk kasus Firza Hot, banyak tokoh yang karirnya langsung terjun bebas. Kita ambil contoh politisi Golkar Yahya Zaini dan ketua KPK (2011-2015) Abraham Samad yang jatuh karena kaca kamera yang menyorot kulit tanpa busana yang menjadi konsumsi umum.

Rizieq yang selama ini sangat garang memang akhir-akhir ini, terutama pascatuduhan makar dan mencuatnya tudingan skandal percakapan porno, tampak melunak. Hal itu dapat diamati dari kehati-hatiannya dalam memilih kata-kata pada sejumlah video ceramah yang tersebar luas di medsos.

Akan lebih menguntungkan bagi Rizieq apabila dia menghadapi kasus dengan berani tanpa menimbulkan tanda tanya dan terkesan mengulur-ulur, seperti seterunya, Ahok, yang tak pernah mangkir dari pemeriksaaan karena alasan yang mengada-ada. Dalam menghadapi pengadilan, harus diakui, Ahok tampak lebih siap ketimbang Rizieq.

Berjuanglah sampai titik darah penghabisan!
Beranikah KPK hadir di sidang Hak Angket?
Pedoman Ibu dalam atasi diare pada anak
KPK tak selalu benar
Sebarkan kedamaian berbuah naik haji gratis
Fetching news ...