Politik

Penolakan Fahri gaya baru hadapi pejabat kritis pada penguasa

8.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
12:07
14 MEI 2017
Pengunjuk rasa tolak Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah berupaya memasuki halaman Kantor Gubernur Sulut di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (13/05/2017). Foto: Antara/Kalino
Reporter
Zul Sikumbang
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pengamat politik Ubedilah Badrun menyatakan, penghadangan kelompok masyarakat di Manado, Sulawesi Utara, terhadap Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah merupakan gaya baru untuk menolak pejabat yang bersikap kritis kepada penguasa.

"Hal itu menunjukan bahwa antara elit parlemen dengan rakyat tidak memiliki alur berpikir yang sama terkait jalannya pemerintahan. Sikap kritis Fahri terhadap kekuasaan tidak dipahami publik sebagai hal yang benar," kata Ubedillah di Jakarta, Minggu (14/05/2017).

"Hal ini juga menunjukan adanya pola-pola baru mobilisasi massa dalam menyikapi atau merespon perilaku elit politik. Pola baru yang saya maksud adalah pola respon publik dalam bentuk penolakan atas kehadiran atau kunjungan elit parlemen ke suatu daerah atau wilayah," sambungnya.

Bila kondisi penolakan terhadap wakil rakyat yang kritis kepada pemerintah terus berlangsung di daerah lain, maka akan berdampak buruk bagi demokrasi.

"Jika fenomena ini terus terjadi, atau bahkan jika memunculkan tindakan kekerasan, ini situasi yang tidak konstruktif bagi masa depan demokrasi. Tetapi jika penolakan tersebut tidak menimbulkan kekerasan itu hal yang wajar dan tidak masalah dalam perspektif demokrasi," kata dia.

KATA KUNCI : , , , , ,
Terbaru
15 Juni 2017 | 14:53
Usai dilantik, Djarot temui Ahok
13 Juni 2017 | 15:09
DPR berhak mengawasi KPK
9 Juni 2017 | 18:28
Djarot dilantik 15 Juni
Politik