Politik

Jokowi diminta copot Jaksa Agung karena bela Ahok

11.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:04
15 MEI 2017
Dok. Jaksa Agung HM Prasetyo (Foto: Antara)
Reporter
Zul Sikumbang
Sumber
Rimanews

Rimanews - Anggota Komisi III DPR RI, M Syafii atau Romo Syafii mendesak Presiden Jokowi untuk mencopot Jaksa Agung, HM Prasetyo karena terkesan membela Ahok pada kasus penistaan agama.

“Penegakkan hukum di Republik ini akan semakin memalukan jika Prasetyo tidak segera dicopot sebagai Jaksa Agung,” kata Romo Syafii di Jakarta, hari ini.

Bila Presiden Jokowi tidak mencopot Prasetyo, kata Syafii, besar kemungkinan Presiden menyetujui apa yang dilakukan Prasetyo dalam kasus Ahok.

“Dari awal semua pihak sudah menebak, tidak mungkin kader partai bisa menjadi penegak hukum. Kecuali memang untuk memperjuangkan kepentingan partainya. Karena itu, kalau Prasetyo tidak dicopot oleh Presdien Jokowi, itu berarti penegakkan hukum yang memalukan dan carut marut ini adalah keinginan Presiden Jokowi sendiri,” kata dia.

Dia menyebutkan, sikap Jaksa Agung dari awal bukan lagi mewakili kepentingan negara, rakyat Indonesia untuk menuntut pelaku kejahatan, dalam hal ini penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Namun sebaliknya, menurut Syafii, Kejaksaan Agung justru secara terbuka lebih memposisikan diri sebagai pembela Ahok.

Indikasi lain keberpihakan Prasetyo dalam kasus Ahok adalah tuntutan jaksa yang menggunakan pasal 156 tentang ujaran kebencian terhadap kelompok tertentu. Seharusnya, tuntutan yang dipakai untuk membui Ahok adalah pasal 156a tentang penistaan agama. Penggunaan pasal 156a tersebut sudah memiliki yurisprudensi yang cukup banyak tentang kasus serupa.

Selain Jaksa Agung, kata dia, penegakan hukum yang dilanggar oleh bawahan Presiden Jokowi adalah adanya intervensi dari Kepolisian, yakni Kapolda Metro Jaya. Kapolda Metro Jaya menyetujui dilakukan penundaan tuntutan kepada Ahok setelah tanggal 19 April 2017.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
19 Mei 2017 | 12:48
Djarot: OK OCE enggak jelas