Politik

Jokowi ancam tindak tegas pengganggu persatuan

3.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
06:50
17 MEI 2017
Editor
Dhuha Hardiansyah
Sumber
Rimanews

Rimanews - Presiden Joko Widodo menegaskan akan menindak tegas segala bentuk ucapan dan tindakan yang dapat mengganggu persatuan.

“Saya telah memerintahkan kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk tidak ragu-ragu menindak tegas segala bentuk ucapan dan tindakan yang mengganggu persatuan dan persaudaraan. Yang mengganggu NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Yang tidak sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/05/2017) saat jumpa pers usai pertemuan lintas agama.

Pada pertemuan yang dikabarkan mendadak itu, presiden bersilaturahmi dengan tokoh agama dari MUI, NU, Muhammadiyah, Konferensi Wali Gereja Indonesia, Persekutuan Gereja Indonesia, Perwakilan Umat Buddha Indonesia, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Tinggi Agama Konghuchu Indonesia, serta Panglima TNI dan Kapolri.

Presiden mengatakan pertemuan itu untuk membicarakan dinamika kebangsaan yang menjadi perhatian bersama.

"Dan saya senang mendengar komitmen semua tokoh agama dan umatnya untuk terus menjaga, terus mempertahankan, dan terus memperkokoh Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika," katanya.

Presiden juga menyatakan senang dan berterima kasih mendengar komitmen semua umat beragama untuk terus menjaga persatuan persaudaraan, perdamaian, dan toleransi antar umat, antar kelompok, dan antar golongan. 

"Saya senang mendengar komitmen semua pihak untuk mendukung demokrasi yang sehat dan mendukung penegakan hukum," katanya.

Namun Presiden menyatakan perlu untuk menegaskan bahwa kebebasan, kemerdekaan untuk berserikat dan berkumpul dijamin oleh konstitusi.
Tetapi menurut dia, kebebasan itu harus sesuai dengan koridor hukum. 

"Harus sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, harus berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika," kata Presiden.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
19 Mei 2017 | 12:48
Djarot: OK OCE enggak jelas