Politik

FPI pernah gelari Ariel teroris moral, bagaimana jika skandal “Firza Hot” terbukti?

13K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
06:01
17 MEI 2017
Penulis
Dhuha Hardiansyah
Sumber
Rimanews

OPINI – Sepanjang tahun 2010, publik sempat dihebohkan dengan skandal seks yang melibatkan penyanyi Nazril Irham (Ariel) dengan artis cantik Luna Maya dan Cut Tari. Merespons isu ini, Front Pembela Islam (FPI) dengan lantang menyebut penyanyi yang digandrungi banyak wanita itu sebagai teroris moral.

Dalam spanduk yang dibentangkan oleh FPI saat berunjuk rasa di depan Polda Metro Jaya tertulis “Ganyang Teroris Moral”. Ketua DPD FPI DKI Jakarta kala itu, Habib Salim Al Atthas atau Habib Salim Selon, mengatakan skandal video mesum tersebut ibarat bom waktu yang membunuh moral anak bangsa secara perlahan.

“Ini sudah meresahkan. Kalau bom Bali membunuh ratusan orang, tapi ini bisa merusak moral jutaan anak bangsa kita,” tegasnya saat berorasi, 14 Juni 2010.

Dia menegaskan, FPI memberi tenggat waktu selama sepekan kepada polisi untuk melakukan tindakan tegas kepada pelaku adegan mesum tersebut.

Setahun kemudian, tepatnya pada bulan Pebruari 2011, saat vonis bersalah dijatuhkan ke Ariel dengan hukuman 3 tahun 6 bulan serta denda Rp250 juta, FPI menilainya terlalu ringan. Organisasi yang didirikan Habib Rizieq Syihab yang rajin mengawal proses hukum kasus video porno tersebut menilai Ariel seharusnya dihukum mati.

Begitulah suara lantang Ketua FPI DKI Jakarta Habib Selon karena menilai Ariel sebagai teroris moral.

"Dia kan jelas-jelas teroris moral,” katanya, 4 Pebruari 2011. Habib Selon juga membandingkan Ariel dengan tersangka kasus terorisme, Abu Bakar Baasyir. Menurutnya, seorang Abu Bakar Baasyir yang belum terbukti sebagai teroris saja dituntut hukuman mati, mengapa Ariel tidak.

Skandal seks Ariel memang sangat meramaikan jagad media kala itu. Bahkan, di kemudian hari, seniman dangdut koplo di Jawa Timur mengabadikan video mesum tersebut dalam sebuah lirik lagu berjudul “Ngamen 88”. Ketimbang digawe susah, mending ndelok videone Luna Maya (daripada dibuat susah, lebih baik nonton videonya Luna Maya), begitu kutipan lirik lagu yang sangat populer di kalangan penggemar musik rakyat itu.

Situasi berbalik, yang tersandera kasus mesum sekarang adalah imam besar mereka. Bagaimana mereka akan bersikap jika pengadilan mampu membuktikan keotentikan percakapan mesum Rizieq-Firza yang disertai foto bugil perempuan cantik tersebut?

Skandal "Firza Hot" semakin panas menyusul keputusan Rizieq untuk tidak kunjung pulang ke tanah air padahal pengadilan sangat membutuhkannya untuk pengungkapan kasus tersebut. Penanggung Jawab Tim Advokasi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab, Kapitra Ampera, mengatakan kliennya kemungkinan baru akan kembali ke Indonesia setelah Idul Fitri (akhir Juni).

Kapitra beralasan, Rizieq ingin khusyuk ibadah. Selain itu, dia kuatir penyidik Polda Metro memanggil Rizieq sebagai saksi atas perkara yang dia tidak pahami. Dia kuatir, ada rekayasa kasus untuk dijadikan sebuah perkara.

Sementara itu, penyidik Polda Metro Jaya berencana menjemput paksa Syihab usai gelar perkara dugaan penyebaran pencakapan dan foto berkonten sejumlah foto bugil Firza Husein dalam beberapa posisi itu. Divisi Hubungan Internasional Polri bahkan mengkonfirmasi keberadaan Rizieq saat ini di Jeddah, sedangkan penyidik siap mempelajari undang-undang kepolisian di Arab Saudi untuk kemudahan penjemputan Rizieq.

Sampai saat ini, penyidik Polda Metro Jaya telah melayangkan surat panggilan dua kali terhadap Rizieq namum pentolan FPI itu tidak kembali ke Indonesia usai umroh ke Mekkah. Setelah umroh, Riziez sempat berkunjung ke Malaysia tetapi kembali ke Jeddah, diduga guna menghindari panggilan penyidik Polda Metro Jaya.

Akibat sikapnya yang terkesan menghindari pengadilan, Rizieq menjadi sasaran perundungan di media sosial, terutama karena dibandingkan dengan sikap Ahok yang lebih tegar dalam menghadapi kasusnya. Dalam kondisi ini, situasi justru tidak berpihak pada Rizieq. Masyarakat pun mulai berandai-andai, jika memang itu fitnah, bukankah Rizieq justru mempunyai senjata untuk menyerang balik dengan tuduhan pencemaran nama baik. Mengapa Rizieq melewatkan kesempatan ini?

Keengganan Rizieq untuk pulang justru akan dinilai sebagai ketakutan menghadapi skandal Firza Hot tersebut. Sebagai penjaga moral, Rizieq seharusnya tak takut untuk pasang badan menyelesaikan kasus ini dalam koridor hukum yang berlaku di Indonesia supaya tidak berlarut-larut. Tidak hanya masyarakat yang gaduh tetapi juga Firza yang paling tertekan, terlebih polisi—melalui ahli—sudah mengkonfirmasi jika foto tersebut asli.

Seharusnya Rizieq tidak perlu takut, dan apabila memang tidak bersalah, pasti banyak yang akan berdiri tegak membelanya. Namun, apabila skandal chat mesum itu terbukti di pengadilan, bagaimana FPI akan memperlakukan pemimpinnya? Apakah tetap akan mengelak dan menyebutnya fitnah? Jika menerima putusan pengadilan, apakah merka akan menghukumi Rizieq seperti Ariel? Siapa yang sebenarnya teroris moral? Situasi yang dihadapi FPI pasti sulit dengan tanyaan-tanyaan itu.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
15 Juni 2017 | 14:53
Usai dilantik, Djarot temui Ahok
13 Juni 2017 | 15:09
DPR berhak mengawasi KPK
9 Juni 2017 | 18:28
Djarot dilantik 15 Juni
Politik