Politik

Kisruh di masyarakat bias dari konflik di tingkat elit

1.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
20:41
07 JUN 2017
Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Sadono
Editor
Dhuha Hardiansyah
Sumber
Antara

Rimanews - Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Sadono menilai kericuhan yang terjadi di masyarakat sebenarnya bias dari konflik yang terjadi di tingkat elit atau pemimpin.

"Masyarakat ricuh itu kan sebenarnya dimulai dari konflik di tingkat para pemimpinnya," katanya, saat sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (07/06/2017)

Konflik di tingkat elit itu, kata anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jateng tersebut, kemudian membias ke masyarakat sehingga elit harus mulai berlatih untuk tidak lagi mudah bertengkar.

Kalau para pemimpin sudah bisa memberikan keteladanan yang baik, lanjut dia, masyarakat atau rakyatnya tentu akan bersikap sama, termasuk dalam menghadapi segala perbedaan yang ada.

Mantan Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) itu mengajak masyarakat dan elit yang ada di Indonesia untuk belajar dari sejarah-sejarah kerajaan yang ada di Indonesia.

"Kenapa Kerajaan Singosari, misalnya hanya berusia 60 tahun? Karena pemimpinnya sering berkelahi. Negara cepat bubar kalau para pemimpinnya terus berkelahi," kata Ketua Badan Pengkajian (BP) MPR RI itu.

Di sisi lain, kata dia, Indonesia juga perlu bercermin dari negara-negara lain yang dianggap nyaman, seperti negara Skandinavia, meliputi Norwegia, Swedia, dan Denmark, kemudian Swiss.

"Persoalannya, ketidak sukaan itu yang kadang terus membikin konflik. Itu seperti sudah menjadi tradisi, misalnya antara gubernur baru dan mantan gubernur, wali kota dan wakilnya," katanya.

Terkadang, kata sosok kelahiran Blora, 30 Januari 1957 itu, pemimpin yang baru kerap menimpakan tanggung jawab terhadap persoalan yang terjadi dikarenakan pemimpin sebelumnya.

"Kemudian, program. Kalau memang sudah tidak suka, gagasan dulu sebaik apapun, ya, karena enggak suka sama orangnya (pemimpin sebelumnya, red.) jadi ditinggalkan," katanya.

Maka dari itu, Bambang mengajak seluruh elemen masyarakat, baik elite maupun tingkat bawah untuk sama-sama berpikir jernih dan bertindak arif demi kemajuan bangsa Indonesia. 

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
15 Juni 2017 | 14:53
Usai dilantik, Djarot temui Ahok
13 Juni 2017 | 15:09
DPR berhak mengawasi KPK
9 Juni 2017 | 18:28
Djarot dilantik 15 Juni
Politik