Politik

Pendidikan berkualitas untuk mencetak pemimpin tangguh

1.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
22:05
14 JUN 2017
Dok. Endriartono Sutarto
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto mendukung perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia untuk mencetak pemimpin yang tangguh. 

"Kita tidak bisa lagi menunggu seseorang yang lahir menjadi pemimpin karena pemimpin itu bisa dicetak," ujarnya dalam diskusi seminar yang bertajuk Preparing indonesia Future Leaders yang digelar PT General Energy (GE) di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu malam.

Komisaris Utama PT GE itu menambahkan, syarat seseorang untuk menjadi pemimpin secara universal tidaklah jauh berbeda, yang terpenting yakni keinginan kuat dari dalam diri mereka sendiri.

"Karena yang paling utama dia mampu memimpin adalah dari diri sendiri untuk itu dunia pendidikan harus meninggalkan sekedar hafalan," katanya

Dia juga mengatakan, untuk menjadi pemimpin yang kuat diperlukan sikap disiplin yang kuat dan sikap tersebut bisa ditanamkan sejak dini walaupun awalnya akan merasa sakit. 

Menanggapi wacana pelaksanaan sekolah lima hari dalam seminggu yang digagas kementerian pendidikan dan kebudayaan Mantan Panglima TNI itu mendukung rencana tersebut asalkan bisa memberikan ilmu pengetahuan yang cukup dan tidak membebani siswa.

Endriartono juga menyampaikan bahwa pendidikan siswa tidak bisa dilepaskan dari pendidikan keluarga.

"Menurut saya enggak ada masalah karena pendidikan itu tidak bisa dipisahkan. Tidak hanya di sekolah, tetapi juga pendidikan  dalam keluarga (pendidikan karakter oleh keluarga)," ujarnya.

"Sejauh lima hari ini bisa mewadahi semua kebutuhan (pendidikan ilmu pengetahuan dan karakter) anak itu untuk mendapatkan pelajaran yang dianggap cukup ya bisa diterapkan 5 hari ini. Namun jangan sampai karena 5 hari itu membebani anak, selain itu jangan sampai 5 hari itu hanya untuk  menghindari hari sabtu untuk tidak berangkat," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut ia juga menyampaikan bahwa pemberian mata pelajaran kepada siswa jangan terlalu banyak, yang terpenting menurutnya yakni pemahaman dan penguasaan materi ilmu pengetahuan tersebut agar nantinya bisa teraplikasi dengan baik.

"Jangan terlalu banyak pelajaran yang diberikan kepada si anak didik. Tapi anak itu tidak bisa menguasai ilmu pelajaran tersebut," ujarnya.

Selain pembekalan materi ilmu pengetahuan, menurutnya akan lebih bagus jika di isi juga dengan pendidikan karakter, sosial, keagamaan dan  pendidikan teknologi agar nantinya siswa bisa berinovasi, berkreasi dan juga mempunyai karakter yang kuat.

"Itu bagus. Karena pengalaman saya, saya diajari ilmu pengetahuan di seluruh dunia ini. Di kota-kota besar seperti London, Washington dan lainnya, (diperlukan pendidikan) yang aplikatif yang membuat orang itu (bisa) berinovasi dan berkreasi sama berkarakter," jelasnya

Pemerhati Pendidikan, Naejela Shihab menyampaikan hal senada. Menurut dia, untuk bisa menghasilkan seseorang pemimpin yang berkarakter kiat tentunya dibutuhkan peran semua elemen masyarakat. "Tidak bisa hanya guru di sekolah saja masyarakat pun harus berperan serta," ujarnya.

Terbaru
15 Juni 2017 | 14:53
Usai dilantik, Djarot temui Ahok
13 Juni 2017 | 15:09
DPR berhak mengawasi KPK
9 Juni 2017 | 18:28
Djarot dilantik 15 Juni
Politik