Politik

Sambut HUT DKI ke-490, Djarot nyekar ke Kalibata

4.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
10:47
16 JUN 2017
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kiri) saat berziarah ke TMP Kalibata, Jumat (16/06/2017). Foto : Adam/rimanews
Reporter
Muhammad Adam Isnan
Sumber
Rimanews

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat nyekar atau berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta yang ke-490.

Pantauan Rimanews, Djarot tiba di TMP Kalibata sekitar pukul 07.40 WIB, Jumat (16/06/2017). Ia kemudian menyambangi Kapolda Metro Jaya Irjen Moh. Iriawan dan Pangdam Jaya Mayjen Jaswandi yang telah lebih dahulu tiba di lokasi. Kemudian mereka bertiga menuju ke tempat area upacara. Djarot bertindak sebagai pemimpin upacara.

Setelah upacara selesai, Djarot beserta Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah dan jajaran pejabat Pemprov DKI Jakarta ditemani Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya langsung bergegas menuju sejumlah para pahlawan. Kemudian, mereka bergantian menabur bunga ke beberapa Pejabat DKI terdahulu, antara lain, Wali Kota 1 DKI Jakarta Suwirjo, R.H. Wiyogo A, MT. Haryono, Sudarmono SH, Jenderal Ahmad Yani, dan Jenderal S. Parman.

Djarot mengaku, kegiatan ziarah ke TMP Kalibata ini rutin dilakukan. "Untuk ziarah ini sudah rutin dilakukan ya, untuk memperingati HUT DKI Jakarta yang ke-490 yang nanti jatuh pada tanggal 22 Juni," kata Djarot.

Sejarah kelahiran Jakarta

HUT Jakarta adalah istilah yang merujuk kepada penetapan yang dikeluarkan oleh Sudiro, Walikota Jakarta periode 1953-1958.

Pada masa kolonial, Belanda memperingati hari jadi Kota Batavia tiap akhir Mei dengan dasar bahwa pada akhir Mei 1619, Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen menaklukkan Jayakarta. Pada tahun 1869, untuk memperingati 250 tahun usia Batavia, dibangun pula monument J. P. Coen–saat ini halaman Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Di atas fondasi beton yang kokoh, berdiri Coen yang dengan angkuhnya menunjuk kearah bawah–menggambarkan dia berhasil menaklukkan Jayakarta. Patung yang menjadi simbol dimulainya penjajahan Belanda itu dihancurkan pada masa pendudukan Jepang (1941-1945).

Sudiro menyadari perlunya peringatan ulang tahun untuk ibu kota yang berbeda dengan peringatan berdirinya Batavia. Maka, ia pun memanggil sejumlah ahli sejarah, seperti Mr. Mohamad Yamin dan Mr. Dr. Sukanto serta wartawan senior Sudarjo Tjokrosiswoyo untuk meneliti kapan Jakarta didirikan oleh Fatahillah.

Kala itu, Sudiro berkeyakinan bahwa tahunnya adalah pasti, yaitu 1527. yang menjadi pertanyaan adalah hari, tanggal, dan bulan lahirnya Kota Jakarta.

Mr. Dr. Sukanto menyerahkan naskah berjudul “Dari Jayakarta ke Jakarta”. Dia menduga bahwa 22 Juni 1527 adalah hari yang paling dekat pada kenyataan dibangunnya Kota Jayakarta oleh Fatahillah.

Naskah tersebut kemudian diserahkan oleh Sudiro kepada Dewan Perwakilan Kota Sementara untuk dibahas, yang kemudian langsung bersidang dan menetapkan bahwa 22 Juni 1527 sebagai berdirinya Kota Jakarta. Tepat pada 22 Juni 1956, Sudiro mengajukannya dengan resmi pada sidang pleno dan usulnya itu diterima dengan suara bulat. Selanjutnya, sejak saat itu, tiap 22 Juni diadakan sidang istimewa DPRD Kota Jakarta sebagai tradisi memperingati berdirinya Kota Jakarta.

Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa dipilihnya 22 Juni 1527 karena saat itu merupakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Setelah berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kalapa, Fatahillah sebagai panglima Kesultanan Demak mengubah Sunda Kelapa menjadi Jayakarta.

Akan tetapi, menurut sejarawan Adolf Heyken SJ, hari jadi Jakarta hanyalah sebuah dongeng. Karena, katanya, tak ada dokumen yang menyebutkan nama Jayakarta. Bahkan 50 tahun sesudahnya (saat VOC berkuasa), tetap disebut Sunda Kelapa. Fatahillah adalah orang Arab. Jelaslah tidak mungkin apabila orang Arab memberi nama sesuatu dengan bahasa Sanskerta. Jayakarta adalah nama dari bahasa Sanskerta. Jadi, itu semua dongeng supaya Jakarta memiliki hari ulang tahun.

Terbaru
15 Juni 2017 | 14:53
Usai dilantik, Djarot temui Ahok
13 Juni 2017 | 15:09
DPR berhak mengawasi KPK
9 Juni 2017 | 18:28
Djarot dilantik 15 Juni
Politik