Politik

Djarot minta dukungan Jokowi di sisa masa jabatannya

4.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
11:57
16 JUN 2017
Presiden Jokowi (kanan) memberikan ucapan selamat kepada Djarot Saiful Hidayat yang baru dilantiknya sebagai Gubernur DKI Jakarta, di Istana Negara, Kamis (15/06/2017) pagi. Foto: Setkab
Reporter
Muhammad Adam Isnan
Sumber
Rimanews

Rimanews - Gubernur Definitif DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memohon doa restu dan dukungan dari Presiden Joko Widodo usai dirinya dilantik sebagai gubernur definitif.

"Ya sudah dilantik ya, dan Pak Jokowi bilang selamat Pak Gub, jadi kerja harus lebih cepat. Saya sampaikan juga, ya terima kasih, dan saya mohon doa restu dan dukungan dari pemerintah pusat karena Jakarta itu tidak bisa jalan sendiri tanpa dukungan dari pemerintah pusat. Harus ada sinergi yang kuat denga pemerintah pusat," kata Djarot kepada wartawan di Balaikota, Kamis (15/6/2017). 

Menurutnya, tugas yang diemban saat ini lebih berat dari sebelumnya. "Kalau kerja sendiri sama berdua ya pasti lebih berat sendiri dong. Ya gak? Tapi bagaimana pun juga ini tanggung jawab. Alhamdulillah kita punya birokrasi yang cukup solid dan cukup kompak. Makanya saya bilang sama temen-temen birokrasi ini, kerja kita harus maksimal loh, sehingga sampai bulan Oktober kita bisa memberikan legacy yang terbaik untuk warga Jakarta," sambungnya.

Mantan Walikota Blitar itu juga menyampaikan bahwa dua gubernur sebelumnya, yakni Jokowi dan Ahok memiliki tingkat kepuasan yang tinggi dari masyarakat. Hal ini membuatnya harus bekerja keras untuk meraih hasil serupa. "Karena hasil dari berbagai macam survei penelitian, tingkat kepuasan warga Jakarta pada pemerintahan ini, baik Jokowi-Basuki maupun Basuki-Djarot itu cukup tinggi, di atas 70 persen. Baik pelayanan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, Itu semuanya di atas 70 persen," imbuhnya.

Selanjutnya, Djarot meminta kepada Gubernur DKI terpilih, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, untuk bekerja sesuai dengan standar Basuki-Djarot. "Tolong dijaga karena ini standar kami. Saya selalu bilang bahwa standar kerja kami ini cukup tinggi sehingga masyarakat DKI punya patokan berapa standarnya. Dengan adanya patokan seperti ini, diharapkan ke depan lebih meningkat, dan lebih baik. Patokan kita cukup tinggi, makanya kita berharap ke depannya harus lebih baik, dan lebih tinggi lagi," ujarnya.

Djarot juga mengaku merasa kangen dengan Ahok karena pada saat bersamanya, dirinya bisa berbagi tugas dalam menjalankan roda pemerintahan DKI Jakarta.

"Ya pasti kangen. Sekarang saya merasakan dua fungsi kan kita rangkap sekarang, berarti ini kan tanggung jawabnya semakin besar. Kalau dulu kan ada Pak Ahok enak membagi ya. Pak Ahok bisa menyelesaikan di kantor, saya lebih banyak di luar. Koordinasi lebih enak, bisa bagi itu, bagi waktu bagi tugas. Sekarang kan kita sendiri," kata Djarot.

Harapan ibu gubernur

Istri Djarot Saiful Hidayat, Heppy Farida berharap pelantikan suaminya sebagai gubernur definitif dapat membawa kebaikan bagi seluruh warga ibukota.

"Saya berharap semoga pelantikan bapak ini dapat membawa kebaikan bagi seluruh warga Jakarta, membawa kebaikan untuk semuanya," kata Heppy, Kamis (15/06/2017). 

Djarot dilantik sebagai Gubernur Definitif DKI Jakarta pada kamis (15/6/2017) setelah Ahok mengundurkan diri.

Kementerian Dalam Negeri telah menerima surat usulan mengenai pengangkatan Djarot dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Jumat (2/6), yang dua hari setelahnya, surat ini dikirimkan kepada Sekretariat Negara (Setneg) untuk diajukan kepada Presiden RI Joko Widodo.

Djarot akan menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga masa pemerintahan periode 2012-2017 berakhir pada Oktober 2017.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo pada Senin (5/6) menyatakan bahwa kementeriannya sudah menyampaikan hasil Sidang Paripurna Istimewa DPRD DKI Jakarta tentang pengunduran diri Ahok dan pengangkatan Djarot sebagai Gubernur DKI Definitif kepada presiden. 

Setelah dilantik, Tjahjo menjelaskan, tugas Djarot antara lain menyiapkan proses suksesi ke Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Baswedan. 

"Tugas Pak Djarot mempersiapkan semuanya karena waktunya hanya empat, lima bulan. Dan tidak ada wakil gubernur karena hanya lima bulan," kata Tjahjo.

Terbaru
15 Juni 2017 | 14:53
Usai dilantik, Djarot temui Ahok
13 Juni 2017 | 15:09
DPR berhak mengawasi KPK
9 Juni 2017 | 18:28
Djarot dilantik 15 Juni
Politik