Politik

Fahri lebih suka konsep Bang Yos daripada pemindahan ibu kota

6.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
20:35
04 JUL 2017
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Antara

Rimanews – Di tengah isu pemindahan ibu kota yang santer beredar, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai konsep megapolitan yang digagas Sutiyoso dengan menggabungkan antara wilayah DKI Jakarta dengan beberapa kota administrasi di sekelilingnya merupakan alternatif yang perlu digodok pemerintah.

"Saya sampai sekarang masih menganggap teori Megapolitan Bang Yos (mantan Gubernur DKI Sutiyoso) masih masuk akal," kata Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, Selasa (04/07/2017).

Menurut dia, teori Megapolitan tersebut masuk akal antara lain mengingat beragam kondisi yang ada di wilayah DKI Jakarta pada saat ini.

Ia mengingatkan bahwa pada saat ini, semua pejabat negara dan lembaga negara masih ada di Jakarta.

Dengan demikian, lanjutnya, bila pemindahan ibu kota jadi dilaksanakan mulai tahun 2018 sesuai dengan wacana yang sedang berkembang di masyarakat, Fahri menilai bahwa hal tersebut masih perlu dikaji lebih cermat dan mendalam lagi.

Fahri juga menyayangkan bahwa terkait hal itu, terlihat masih belum adanya rembukan bersama seperti dengan sejumlah kepala daerah lainnya di sekitar Jakarta untuk membicarakan permasalahan tersebut.

Wacana pemindahan ibu kota

Pemerintahan Presiden Joko Widodo mewacanakan pemindahan ibu kota meskipun presiden sendiri belum secara resmi mengungkapkan rencana detil mengenai pemindahan ibu kota dari Jakarta ke tempat lain.

"Nanti akan saya sampaikan pada waktunya," kata Presiden Joko Widodo saat ditanya mengenai rencana pemindahan Ibu Kota di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (4/7).

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil menyatakan bahwa pemindahan Ibu Kota masih dalam tahap studi awal.

Salah satu alternatif yang dibicarakan adalah ibu kota Kalimantan Tengah Palangkaraya.

"Kita sedang cari alternatif tempat di samping Palangkaraya tempat yang paling suitable, yang paling bagus. Ini kan keputusan administratif, Presiden yang memutuskan. Ini keputusan jangka panjang, karena itu kita sedang cari tempat," tambah Sofyan.

Namun, ia tidak mengungkapkan kota apa saja yang sudah masuk dalam rencana pemerintah sebagai lokasi alternatif pemindahan ibu kota.

"Pokoknya kita cari alternatifnya ya," ungkap Sofyan.

Sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan mendorong keterlibatan swasta dalam rencana pemindahan ibukota negara, khususnya dari sisi pendanaan.

"Untuk pendanaan, kita akan dorong model PPP (public private partnership), jadi partisipasi swasta kita libatkan," kata Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat ditemui di acara Halal bi Halal Bappenas di Jakarta, Senin (3/7).

Bambang menuturkan, pada tahun ini pihaknya akan menyelesaikan kajian terkait rencana pemindahan Ibu Kota negara tersebut. Ia berharap, dalam dua tahun ke depan, sudah mulai ada kegiatan terkait pemindahan pusat administrasi Ibu Kota negara.

Terbaru
20 Juli 2017 | 06:00
Keajaiban Setya Novanto
18 Juli 2017 | 11:04
Nurdin Halid: Golkar tetap solid
17 Juli 2017 | 12:24
DPR bahas Perppu Ormas siang ini
13 Juli 2017 | 13:09
Perppu Ormas sudah masuk DPR
13 Juli 2017 | 08:13
HTI: Rezim Jokowi diktator
13 Juli 2017 | 06:00
Riwayat HTI usai Perppu Ormas
10 Juli 2017 | 18:02
Yusril: DPR berhak bubarkan KPK