Politik

Cemas Gus Ipul kalah, Cak Imin minta bantuan Jokowi jegal Khofifah

8.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
13:04
09 JUL 2017
Dok: Ketum PKB Muhaimin Iskandar
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

Rimanews - Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dinilai mulai cemas calon gubernur Jatim Safullah Yusuf (Gus Ipul) bakal kalah, sehingga mendesak Presiden Joko Widodo untuk tidak mengizinkan Mensos Khofifah Indar Parawansa (KIP) maju di Pilgub Jatim 2018.

 

"Cak Imin mulai cemas dan khawatir jagonya akan kalah," ungkap ulama Madura KH M Muchlis Muhsin kepada wartawan, Sabtu (08/07/2017).

 

Pasalnya, menurut Kiai Muchlis, perhitungannya, kalau sampai Ketua Umum PP Muslimat NU   Khofifah menyalonkan, hampir dipastikan Gus Ipul akan kalah pamor.

"Itung-itungan massa dari Muslimat Jatim aja sudah full, apalagi simpatisan dan pendukung yang lain," tambahnya.

Sebelumnya,  Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mengaku sudah berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo terkait isu Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa yang akan maju di Pilgub Jawa Timur. Cak Imin mengungkapkan dirinya sudah menyampaikan supaya Presiden Jokowi tidak mengizinkan Khofifah mengikuti kontestasi pesta demokrasi di Jawa Timur tahun 2018 mendatang.

Alasan Cak Imin menyarankan Presiden tidak mengizinkan Khofifah lantaran Ketua Umum PP Muslimat NU itu beberapa kali kalah ketika ikut pilkada di Jawa Timur.

Mendengar permintaan tersebut, Cak Imin mengklaim  Presiden Jokowi setuju jika Khofifah lebih konsentrasi pada pekerjaannya sebagai menteri.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Timur mengecam statement Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang mengaku telah meminta Presiden Jokowi agar tidak merestui Khofifah Indar Parawansa maju dalam Pilgub Jatim mendatang.

Sekretaris DPD Gerindra Jatim, Anwar Sadat menilai Cak Imin tidak memiliki wawasan ke NU-an yang luas jika menafikan Khofifah sebagai salah satu calon gubernur yang juga merepresentasikan dari NU.

"Wawasan ke NU-an sempit, dengan menganggap bahwa hanya GI (Gus Ipul) yang pantas merepresentasikan NU," kata Anwar Sadat 

Bukan hanya itu, Anwar menilai pernyataan Muhaimin tidak mewakili kepentingan Nahdlatul Ulama (NU) melainkan hanya kepentingan partainya. "Saya melihatnya lebih sebagai kepentingan PKB, bukan kepentingan NU," tandasnya.

 

Terbaru
20 Juli 2017 | 06:00
Keajaiban Setya Novanto
18 Juli 2017 | 11:04
Nurdin Halid: Golkar tetap solid
17 Juli 2017 | 12:24
DPR bahas Perppu Ormas siang ini
13 Juli 2017 | 13:09
Perppu Ormas sudah masuk DPR
13 Juli 2017 | 08:13
HTI: Rezim Jokowi diktator
13 Juli 2017 | 06:00
Riwayat HTI usai Perppu Ormas
10 Juli 2017 | 18:02
Yusril: DPR berhak bubarkan KPK