Politik

Yusril akan berikan pendapat soal Pansus KPK di DPR

5.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
06:02
10 JUL 2017
Dok: Yusril Ihza Mahendra
Reporter
Zul Sikumbang
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pakar hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra menyatakan kesiapannya untuk menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Pansus KPK di Gedung DPR RI hari ini.

"Setelah saya menerima surat resmi dari DPR RI yang mengundang saya untuk hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum atau RDPU dengan Pansus Angket DPR pada hari Senin tanggall 10 Juli besok (hari ini, red) jam 14.00 WIB," kata Yusril dalam keterangan singkatnya di Jakarta, Minggu (09/07/2017).

Kata mantan Menteri Hukum dan HAM itu, acara RDPU tersebut seperti tertera dalam undangan adalah "Masukan dari Pakar Hukum Tata Negara". Dalam TOR yang diterima Yusril bia email disebutkan bahwa dirinya diminta untuk menerangkan keberadaan Hak Angket DPR dala hukum tata negara kita dan dapatkah DPR menggunakan hak angket untuk menyelidiki KPK.

"Diminta juga kepada saya untuk menerangkan di manakah kedudukan KPK itu dalam sistem ketanageraan kita. Selain itu, saya juga diminta untuk menerangkan sejarah penyusunan RUU KPK, karena saya pada tahun 2002 mewakili Pemerintah membahas RUU tersebut dengan DPR hingga selesai," kata Yusril.

Oleh karena itu, dirinya akan menerangkan hal-hal di atas berdasarkan ilmu dan pengalaman yang ada pada saya berdasarkan prinsip-prinsip akademik yang saya junjung tinggi.

"Saya tidak berada dalam posisi untuk mendukung atau tidak mendukung keberadaan panitia angket DPR tersebut, juga tidak berada dalam posisi apakah ingin 'memperkuat atau melemahkan KPK'. Tugas saya adalah menerangkan segala yang diminta kepada saya untuk saya terangkan secara akademis, dan saya berupaya secara maksimal untuk tidak melibatkan diri dalam perdebatan politik dan kepentingan politik pihak mana pun juga," kata Ketua Umum Partai Bulan Bintang itu.

Karena keterangan yang akan diberikan hari ini adalah keterangan akademis, keterangan itu terbuka untuk didengar dan didebat oleh siapa saja.

"Saya akan sangat menghormati pandangan akademis yang berbeda-beda. Andaikata ada pendapat akademisi yang lain, yang saya nilai lebih kuat hujah dan argumentasi akademisnya dibanding pandangan saya, maka saya dengan ikhlas akan meninggalkan pendapat saya dan mengikuti pendapat yang lebih kuat argumentasinya," ujar Yusril menjelaskan.

Terbaru
20 Juli 2017 | 06:00
Keajaiban Setya Novanto
18 Juli 2017 | 11:04
Nurdin Halid: Golkar tetap solid
17 Juli 2017 | 12:24
DPR bahas Perppu Ormas siang ini
13 Juli 2017 | 13:09
Perppu Ormas sudah masuk DPR
13 Juli 2017 | 08:13
HTI: Rezim Jokowi diktator
13 Juli 2017 | 06:00
Riwayat HTI usai Perppu Ormas
10 Juli 2017 | 18:02
Yusril: DPR berhak bubarkan KPK