Nasional

Menkominfo: puluhan ribu media online ini mau diapain?

2.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
00:44
30 DES 2016
Reporter
Oki
Sumber
Rimanews

Rimanews - Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Rudiantara memastikan akan menindaklanjuti permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar media online penyebar kebohongan dan provokatif dievaluasi.

Namun, dia menyebutkan keberadaan media online saat ini ada puluhan lebih. Hanya hampir 500-an yang patuh pada UU Pers.

"Lalu puluhan ribu ini mau diapain?," ungkap Rudiantara di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta seperti dikutip Antara, hari ini.

Siang tadi, Jokowi dalam arahannya di rapat terbatas meminta ada penegakkan hukum terhadap media online yang menyebarkan berita bohong dan provokatif.

"Kita harus evaluasi media-media online yang sengaja memproduksi berita- berita bohong tanpa sumber yang jelas, dengan judul yang provokatif, mengandung fitnah," ujarnya.

Rudiantara memastikan pihaknya akan segara membahas persoalan tersebut dengan Dewan Pers sesegara mungkin.

Dia menargetkan hasil pembahasan dan keputusan bisa diketahui pada pekan pertama atau paling lambat pada pekan kedua Januari 2017 termasuk terkait nasib kelanjutan media online yang tak berkaidah jurnalistik.

"Nanti saya bicara dengan Dewan Pers. Yang paling tahu media online ini masuk kategori media dalam konteks UU Pers itu kan Dewan Pers," terangnya.

Terbaru
23 April 2017 | 20:00
Rahasia bugar Menteri Khofifah
22 April 2017 | 08:20
KPK masih usut korupsi BLBI
21 April 2017 | 18:15
Anies ajak warga bersatu
21 April 2017 | 12:52
KPK kembali periksa Andi Narogong
21 April 2017 | 11:48
KPK periksa Farhat Abbas