Nasional

Tudingan Novel berimplikasi hukum

6.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
09:32
18 JUN 2017
Dok. Novel Baswedan
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pihak Polda Metro Jaya menyatakan pernyataan penyidik KPK Novel Baswedan soal dugaan keterlibatan seorang jenderal polisi pada aksi pernyiraman air keras memiliki implikasi hukum.

"Iya (tendensius) bisa ada implikasi hukum," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Jakarta, kemarin.

Argo menekankan Novel harus membuktikan pernyataan dugaan keterlibatan jenderal terkait aksi teror yang dilakukan orang tidak dikenal tersebut.

Selain berimplikasi hukum, Argo mengatakan pembicaraan Novel kepada Majalah "Time" terkait indikasi keterlibatan jenderal merusak citra Polri. "Kami sayangkan karena omongan seperti itu menciderai institusi kepolisian," tutur Argo.

Argo juga menyesalkan Novel enggan menjalani pemeriksaan saat dimintai keterangan penyidik kepolisian namun berbicara kepada media massa asing.

Sebelumnya, Novel disiram air keras yang diduga dilakukan dua orang pria tidak dikenal di jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT03/RW10 Kelapa Gading Jakarta Utara usai menjalani shalat subuh pada Selasa (11/4) pukul 05.10 WIB.

Akibat kejadian itu, Novel mengalami luka pada bagian wajah dan bengkak pada bagian kelopak mata kiri, sementara itu pelaku melarikan diri.

Petugas kepolisian sempat mengamankan empat orang yang dicurigai terlibat kekerasan terhadap Novel berinisial M, H, AL dan N alias N.

Namun polisi melepaskan keempat orang itu karena tidak cukup bukti terlibat aksi teror kepada penyidik senior KPK tersebut.

Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu, pekan lalu menyatakan tudingan Novel selayaknya ditelusuri dan ditindaklanjuti dengan penyelidikan internal oleh Mabes Polri. Kata dia, pilisi bisa memanggil pihak pemberi informasi ke Novel agar tudingan itu tidak berkembang menjadi opini pendiskreditan dan prasangka buruk terhadap Polri.

Pernyataan dan tudingan Novel yang disampaikan kepada media Internasional, kata masinton, juga sangat disayangkan dan patut dipertanyakan. Padahal semestinya Novel menyampaikan hal itu kepada pimpinan KPK atau kepada penyidik Kepolisian yang sedang menyelidiki kasus penyiraman terhadap dirinya. 

"Spekulasi jadi bermunculan saat ini, ada yang beranggapan jika tudingan Novel tersebut ditujukan dengan motif lain di luar hukum, semisal untuk mendapatkan simpati dan perhatian publik, atau bahkan ditujukan untuk merusak reputasi kepolisian RI di mata internasional," sambungnya.

"Sebab selama ini kinerja Kepolisian RI mendapat apresiasi baik oleh dunia internasional dalam penanganan terorisme. Disinilah perlunya Mabes Polri segera melakukan pemeriksaan terhadap Novel yang kini sedang dalam tahap penyembuhan di Singapura," sebut Masinton.

Masinton menambahkan, pernyataan kontroversial seperti ini bukan yang pertama disampaikan oleh Novel. Sebelumnya pernyataan serampangan Novel disampaikannya dalam Persidangan Tipikor yang menuduh beberapa nama-nama anggota Komisi III DPR-RI menekan MIryam S Haryani dalam pencabutan BAP kasus e-KTP.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
27 Juni 2017 | 19:03
Rizieq ngumpet di Yaman
24 Juni 2017 | 13:01
Arus mudik 2017 lebih terkendali
21 Juni 2017 | 22:32
Miryam disidangkan usai Lebaran
20 Juni 2017 | 19:38
Penembak Davidson tewas didor
19 Juni 2017 | 19:27
KPK pertanyakan surat Pansus DPR