Legislator: Sinergi sekolah dan keluarga kunci kikis radikalisme pelajar

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Legislator: Sinergi sekolah dan keluarga kunci kikis radikalisme pelajar

Anggota Komisi VIII DPR RI, Bambang Budi Santoso mengatakan penguatan ajaran Bhinneka Tunggal Ika di kalangan pelajar harus dilakukan dengan sinergi antara sekolah dan keluarga. Hal ini sekaligus untuk mengikis radikalisme dalam beragama yang dapat merusak persatuan.

“Orang tua memegang peran kunci sebagai filter radikalisme selain dari sekolah. Porsi keluarga justru lebih besar daripada sekolah. Ini sebenarnya merupakan ajaran Ki Hajar Dewantara, yakni tripusat pendidikan, keluarga, sekolah dan masyarakat. Kita fokus dulu yang lebih mudah dilakukan, yaitu di ranah keluarga dan sekolah” kata Bambang di Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Menurut Bambang sekolah harus mempunyai data lengkap hubungan antara siswa dengan orangtua dan hubungan orangtua dengan sekolah, dan pemerintah melalui Dinas Pendidikan harus mengawasi hal ini.

“PTA (parent-teacher association, red) juga harus dikuatkan di sekolah. Di sini perlu diefektifkan pembinaan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa masa depan bangsa adalah generasi yang memiliki tingkat toleransi yang tinggi terhadap perbedaan,” jelasnya.

Politisi PAN ini mengatakan sekolah memiliki tanggung jawab meluruskan paham dan ajaran siswa yang menyimpang, termasuk memantau didikan dan ajaran orangtua kepada anak-anaknya.

"Doktrin yang menyesatkan, terutama pengaruh dari gerakan radikal, apalagi teror, harus dikikis. Negara tidak akan punya masa depan yang cerah jika generasi dikungkung dalam pikiran yang sempit, sektarian, dan radikal dalam beragama. Agama yang dikehendaki Allah itu yang lurus dan toleran, ini salah satu ajaran pokok dalam melihat agama, tapi kurang dipopulerkan,” kata Bambang.

Menurut Bambang, dinamika sosial masyarakat Indonesia yang majemuk mudah terurai jika radikalisme menjadi basis dalam benak generasi muda.

“Usia remaja harus disterilkan dari radikalisme. Masa-masa ini harus diisi dengan banyak belajar dan paham keagamaan yang inklusif, toleran, dan penuh kasih,” pungkasnya.

 

Merayakan kemerdekaan diri versi Kishimi dan Koga
Mari rayakan 16 hari kampanye antikekerasan terhadap perempuan
Pengampunan sejati
Budiman: Pengetahuan Rocky Gerung so old, sudah kedaluarsa!
PSI usulkan debat capres dan cawapres di desa
PKB nilai Banser ingin bakar bendera HTI bukan bendera tauhid
Bamsoet pimpin peluncuran aplikasi DPR Now
DPR RI minta penjelasan parlemen Myanmar di forum internasional soal Rohingnya
PDIP: pelemahan rupiah sudah sejak Indonesia merdeka
DPR usul aturan pidana atas bea materai
PSI minta Sandiaga tidak nyinyir soal dana kelurahan
Menegakkan prinsip good governance
Selain di perguruan tinggi, PKS usul debat capres di pasar dan gedung olahraga
Fadli Zon nilai Jokowi sindir diri sendiri
Massa ingatkan KPK dengan obat anti masuk angin
Fetching news ...