News Law

Golkar serahkan uang ke KPK

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Golkar serahkan uang ke KPK

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan kabar Pengurus Partai Golongan Karya (Golkar) memberikan sejumlah uang kepada lembaga antirasuah itu. 

"Benar. Ada pengurus (partai) yang mengembalikan," ujar Febri di Jakarta, Jumat (07/09/2018). 

Febri sendiri belum menjabarkan lebih labjut mengenai jumlah uang yang diberikan kepada KPK tersebut. Akan tetapi, santer beredar kabar bahwa uang tersebut terkait dengan pembiayaan kegitan partai yang bersumber dari hasil tindak pidana korupsi.

"Diduga terkait kegiatan partai. Sedang terus kami dalami," lanjut Febri.

Uang tersebut diduga adalah uang dari hasil tindak pidana korupsi pembangunan PLTU Riau-1 yang melibatkan mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1. Ketiganya yakni, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes B Kotjo, serta mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham.

Pengacara Eni, Fadli Nasution  menjelaskan adanya aliran dana suap Proyek PLTU Riau-1 senilai Rp2 miliar yang diberikan kliennya untuk membiayai Munaslub Golkar 2017. Namun, sampai saat ini, pernyataan dari Eni Saragih dibantah oleh pihak Golkar.

Eni dan Idrus menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo menggarap proyek senilai US$900 juta.

Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo.

Idrus Marham sendiri menyarankan agar siapa pun di dalam Partai Golkar yang mengambil uang tersebut untuk mengembalikanya. Ia menyatakan apabila para anggota mencintai institusi Partai Golkar maka hendaknya mengembalikan uang dan memperlancar perkara.

"Kalau ada kader-kader Golkar yang memang ambil uang, kembalikan. Iya ini kalau cinta Golkar, ya begitu. Jangan jadi polemik, itu tidak bagus," Ujar Idrus, (07/09/2018). (Insan)

Bamsoet harap Yenny Wahid dukung Jokowi
Golkar anggap dukungan kadernya ke Prabowo bukan suara resmi partai
Forum caleg Golkar dukung Prabowo-Sandiaga Uno
Golkar nilai perempuan penentu utama, bukan objek pelengkap
Menyusui tandem butuh dukungan ayah ASI
Mardani dapat tugas kawal suara emak-emak
Menangkan Prabowo atau Buni Yani masuk bui
Anak berbohong, bagaimana mengatasinya?
Berhasil jatuhkan Ahok, Buni Yani masuk tim Prabowo
Terpental dari motor, Lorenzo salahkan Marquez
Timses Jokowi jamin dana kampanye halal
Kubu Prabowo waspadai Jokowi gunakan fasilitas negara
Fadli Zon usul pendukung Jokowi diberi sanksi
DPR serukan solusi permanen terkait tumbal nyawa suporter sepakbola
Kubu Prabowo kembali ganti nama koalisi
Fetching news ...