“Cawapres cuma ban serep, mengapa ramai banget?”

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

“Cawapres cuma ban serep, mengapa ramai banget?”

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menganggap posisi calon wakil presiden tak perlu terlalu diributkan karena hanya seperti ban serep. Menurutnya, kewenangan wakil presiden sangat kecil dan bergantung kepada presiden.

"Perlu orang tahu, cawapres itu hanya embel-embel. Cawapres itu adalah ban serep, cawapres itu pembantu presiden. Kalau enggak dikasih kewenangan sama presiden, enggak ada apa-apa," kata Fahri di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (7/08/2018).

Bahkan, dikatakan Fahri, jabatan menteri justru lebih signifikan daripada wakil presiden. Pasalnya, kata Fahri wakil presiden tidak memiliki kewenangan untuk mengatur pemerintahan lebih detil.

"Gak ada itu namanya Kepwapres, adanya Keppres (Keputusan Presiden). Jadi Wapres itu embel-embel. Saya gak tahu kenapa ramai banget itu orang," lanjutnya

Fahri mengimbau masyarakat supaya mencermati kampanye para capres-cawapres yang bertarung pada Pilpres 2019. Selanjutnya, gagasan yang ia sampaikan ditagih saat keduanya menjabat. Hal ini menurutnya penting supaya Indonesia ke depan jauh lebih baik.

"Harusnya kita tagih orang itu, suruh bicara dari sekarang apa idenya,” tutup Fahri.

Belum ada yang mendaftar

Komisi Pemilihan Umum RI resmi membuka pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan bertarung dalam pemilu presiden 2019 pada Sabtu (4/8/2018). Namun, sampai hari ini belum ada pasangan yang mendaftar.

Berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu 2019, masa pendaftaran akan berlangsung selama tujuh hari, yaitu 4-10 Agustus 2018.

Berikut penjelasan lengkap mengenai tata cara pendaftaran capres-cawapres:

1. Pendaftaran capres dan cawapres, yakni tanggal 4 hingga 10 Agustus 2018. Pada tanggal 4 hingga 9 Agustus 2018, loket pendaftaran dibuka dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Namun, khusus pada hari terakhir pendaftaran, yakni tanggal 10 Agustus 2018, loket pendaftaran dibuka sejak dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB.

2. Pasangan capres dan cawapres masuk Kantor KPU melalui Pintu I. Pintu itu adalah pintu yang berjarak sekitar 30 meter dari pintu yang biasa digunakan sehari-hari.

3. Pasangan capres dan cawapres terlebih dahulu transit di holding room. Di sana merupakan tempat bagi pasangan capres dan cawapres beserta tim koalisi parpol untuk mempersiapkan berkas pendaftaran. Aktivitas ini sekaligus menunggu tim penerima pendaftaran bersiap diri.

4. Tim pendaftaran akan menginformasikan kepada tim pasangan capres dan cawapres bahwa pendaftaran sudah siap dalam menerima pendaftaran.

5. Pasangan capres dan cawapres mendaftarkan diri di aula Gedung KPU yang terletak di lantai II.

6. KPU menyiapkan tempat bagi pasangan capres, cawapres beserta parpol koalisi menggelar konferensi pers. Tempat konferensi pers bukan berada di aula tempat pendaftaran, melainkan berada di lantai bawah, tepatnya di depan media center.

Pada saat pendaftaran, setiap pasangan calon hanya boleh didampingi paling banyak oleh 50 orang. Jumlah tersebut terdiri dari ketua umum dan sekjen partai pengusung, serta pendukung calon.

Jika pendukung yang datang melebihi jumlah yang telah ditentukan, KPU menyediakan lokasi khusus di halaman kantor KPU. Hal itu untuk menjaga ketertiban selama pendaftaran berlangsung.

Berdasarkan informasi yang beredar luas, pertarungan kemungkinan hanya akan diikuti dua kubu, yakni petahana Joko Widodo dan penantang Prabowo Subianto. Keduanya belum memutuskan siapa calon wakil presiden pendamping. Kedua kubu kemungkinan baru mendaftar mendekati penutupan.

Fadli Zon: Tjahjo sebaiknya mundur jika tak bisa urus e-KTP
Fadli Zon ajak anggota parlemen lawan korupsi
BPN: Pindah ke Jateng terobosan brilian
Pimpinan DPR: HAM dan Demokrasi era Jokowi alami kemunduran
Saham Wallstret ditutup menguat sementara saham Eropa melemah
DPR RI kagumi perjuangan Azerbaijan raih kemerdekaan
DPR RI sambut baik kedatangan parlemen Kuwait
BPN pindah ke Jateng, ini kata Hanura
DPW Kalsel dukung Jokowi, PAN: Itu realita politik lokal
Prabowo perlu reuni 212 lagi jelang Pilpres 2019 jika ingin menang
Meluruskan cara pandang tentang pernikahan dan keluarga
Charta Politica: Pemindahan posko pemenangan BPN hanya psywar
Reforma Agraria era Jokowi dinilai di lajur yang benar
Markas BPN pindah, TKD: Apa urgensinya?
PAN akan sanksi DPD membelot ke kubu Jokowi
Fetching news ...