PAN tampik Salim Segaf dan AHY dampingi Prabowo

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

PAN tampik Salim Segaf dan AHY dampingi Prabowo

Ketua DPP PAN Yandri Susanto menegaskan bahwa partai berlambang matahari itu menolak politisi PKS Salim Segaf al-Jufri maupun Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat) untuk mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.

"Ya kalo PAN kan sama. Temen-temen DPW kompak bahwa tak ada satu pun beda pendapat tentang cawapres, jadi mereka tetap meminta Prabowo ambil Bang Zul (Zulkifli Hasan). Nah, kalau misalnya Bang Zul gak diambil, maka rekomendasi selanjutnya pak Prabowo tidak mengambil dari kader partai lain, misalkan Salim Assegaf (PKS) maupun AHY (Demokrat)," ujarnya menjelaskan hasil rapat pembahasan arah koalisi PAN dalam pilpres 2019 di Jalan Senopati No.113, Kebayoran baru, Jakarta Selatan, Rabu (08/08/18) Malam.

Yandri mengatakan mayoritas kader PAN hampir bulat mendorong DPP untuk bergabung dengan koalisi pimpinan Partai Gerindra, akan tetapi syarat cawapres tersebut harus dikedepankan.

Pencalonan Prabowo dalam pilpres 2019 dinilainya mempunyai sisi plus-minus. Sebagai jalan tengah jika Zulkifli Hasan tidak diterima, PAN menyodorkan nama Ustaz Abdul Somad, Anies Baswedan hingga Gatot Nurmayanto. Namun, kabar yang beredar, Ustaz Somad dan Anies menampik peluang tersebut.

"Iya betul, jadi jika Bang Zul tidak diambil untuk menjadi cawapres, kita minta ustaz Abdul Somad untuk maju," ujarnya.

Belum ada yang mendaftar

Komisi Pemilihan Umum RI resmi membuka pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan bertarung dalam pemilu presiden 2019 pada Sabtu (4/8/2018). Namun, sampai hari ini belum ada pasangan yang mendaftar.

Berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu 2019, masa pendaftaran akan berlangsung selama tujuh hari, yaitu 4-10 Agustus 2018.

Berikut penjelasan lengkap mengenai tata cara pendaftaran capres-cawapres:

1. Pendaftaran capres dan cawapres, yakni tanggal 4 hingga 10 Agustus 2018. Pada tanggal 4 hingga 9 Agustus 2018, loket pendaftaran dibuka dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Namun, khusus pada hari terakhir pendaftaran, yakni tanggal 10 Agustus 2018, loket pendaftaran dibuka sejak dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB.

2. Pasangan capres dan cawapres masuk Kantor KPU melalui Pintu I. Pintu itu adalah pintu yang berjarak sekitar 30 meter dari pintu yang biasa digunakan sehari-hari.

3. Pasangan capres dan cawapres terlebih dahulu transit di holding room. Di sana merupakan tempat bagi pasangan capres dan cawapres beserta tim koalisi parpol untuk mempersiapkan berkas pendaftaran. Aktivitas ini sekaligus menunggu tim penerima pendaftaran bersiap diri.

4. Tim pendaftaran akan menginformasikan kepada tim pasangan capres dan cawapres bahwa pendaftaran sudah siap dalam menerima pendaftaran.

5. Pasangan capres dan cawapres mendaftarkan diri di aula Gedung KPU yang terletak di lantai II.

6. KPU menyiapkan tempat bagi pasangan capres, cawapres beserta parpol koalisi menggelar konferensi pers. Tempat konferensi pers bukan berada di aula tempat pendaftaran, melainkan berada di lantai bawah, tepatnya di depan media center.

Pada saat pendaftaran, setiap pasangan calon hanya boleh didampingi paling banyak oleh 50 orang. Jumlah tersebut terdiri dari ketua umum dan sekjen partai pengusung, serta pendukung calon.

Jika pendukung yang datang melebihi jumlah yang telah ditentukan, KPU menyediakan lokasi khusus di halaman kantor KPU. Hal itu untuk menjaga ketertiban selama pendaftaran berlangsung.

Berdasarkan informasi yang beredar luas, pertarungan kemungkinan hanya akan diikuti dua kubu, yakni petahana Joko Widodo dan penantang Prabowo Subianto. Keduanya belum memutuskan siapa calon wakil presiden pendamping. Kedua kubu kemungkinan baru mendaftar mendekati penutupan.

Fadli Zon ajak anggota parlemen lawan korupsi
BPN: Pindah ke Jateng terobosan brilian
Pimpinan DPR: HAM dan Demokrasi era Jokowi alami kemunduran
Saham Wallstret ditutup menguat sementara saham Eropa melemah
DPR RI kagumi perjuangan Azerbaijan raih kemerdekaan
DPR RI sambut baik kedatangan parlemen Kuwait
BPN pindah ke Jateng, ini kata Hanura
DPW Kalsel dukung Jokowi, PAN: Itu realita politik lokal
Prabowo perlu reuni 212 lagi jelang Pilpres 2019 jika ingin menang
Meluruskan cara pandang tentang pernikahan dan keluarga
Charta Politica: Pemindahan posko pemenangan BPN hanya psywar
Reforma Agraria era Jokowi dinilai di lajur yang benar
Markas BPN pindah, TKD: Apa urgensinya?
PAN akan sanksi DPD membelot ke kubu Jokowi
Cara Khabib Nurmagomedov habiskan 100 ribu dolar pertamanya
Fetching news ...