Amin Rais ingatkan kehebatan ajaran Bung Karno

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Amin Rais ingatkan kehebatan ajaran Bung Karno

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, Amien Rais mengingatkan satu ajaran Presiden RI pertama Soekarno yaitu penghargaan terhadap perbedaan sehingga bangsa ini bisa bersatu.

"Saya ingat waktu saya masih mahasiswa, saya disuruh belajar Manipol/USDEK, di mana waktu itu semua mahasiswa harus mampu menyanyikan lagu Nasakom. Tapi ada ajaran Bung Karno yang masih saya ingat tentang mengapa Indonesia ini menjadi Indonesia padahal etnik, background, suku, tradisi dan lain-lainnya berbeda, yaitu beliau mengajarkan untuk menghargai perbedaan," katanya saat berpidato dalam perayaan HUT PAN yang ke-20 di kantor DPP PAN, Jakarta, Kamis, (23/08/18).

Manipol/USDEK yang dimaksud Amien adalah Manifesto Politik atau Undang-Undang Dasar 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian Indonesia yang oleh Soekarno dijadikan sebagai haluan negara Republik Indonesia, sehingga harus dijunjung tinggi, dipupuk, dan dijalankan oleh semua warga negara.

“Bahwa suatu bangsa boleh berbeda background, asalkan saling menghargai dan ada toleransi, maka jadilah dia bangsa yang satu," jelasnya.

Amien menegaskan bahwa untuk merawat toleransi, siapa pun tidak boleh melakukan diskriminasi. "Saya kira menurut agama Islam pun kita tidak boleh melakukan diskriminasi di negara Pancasila atas apa pun juga. Semua manusia walaupun berbeda, tapi hak asasi manusianya sama," ujarnya.

Ultah PAN

PAN menggelar syukuran dalam rangka memperingati hari jadi yang ke-20 mengusung tema 'Bela Rakyat, Bela Umat'.

"Slogan PAN adalah 'Bela Rakyat, Bela Umat.' Jadi inilah slogan yang akan kami bawa di ulang tahun ke-20 ini dan menjadi tema besar kita jelang Pemilu 2019," kata Sekjen PAN Eddy Soeparno.

Sejumlah elit PAN, pimpinan partai koalisi dan tokoh agama turut hadir dalam acara ini. Akan tetapi, calon presiden Prabowo Subianto tak tampak hadir.

Terkait ketidakhadiran Prabowo, purnawirawan TNI Djoko Santoso mengatakan bahwa pendiri Partai Gerindra tersebut menghadiri acara lain.

"(Saya) mewakili ketua umum, ada sesuatu pas bersamaan ada acara yang beliau (Prabowo) hadiri," ujar Djoko.

Eddy menambahkan banyak capaian yang berhasil ditorehkan PAN sejak 1998. Meski begitu, masih banyak juga hal yang ingin dilakukan PAN di masa mendatang untuk negara dan masyarakat.

"Banyak hal yang telah dicapai PAN di parlemen, sebagai anak kandung Reformasi dan lokomotif Reformasi yang digagas Pak Amien Rais dan kawan-kawan telah mencapai usia 20 tahun. Telah banyak yang dicapai, tapi tentu masih banyak yang kami ingin lakukan," ujarnya.

Eddy mengatakan keterbatasan tempat yang tersedia menjadi alasan PAN tidak mengundang tamu dari Koalisi Indonesia Kerja yang mengusung Jokowi-Ma’ruf.

Golkar anggap dukungan kadernya ke Prabowo bukan suara resmi partai
Forum caleg Golkar dukung Prabowo-Sandiaga Uno
Golkar nilai perempuan penentu utama, bukan objek pelengkap
Menyusui tandem butuh dukungan ayah ASI
Mardani dapat tugas kawal suara emak-emak
Menangkan Prabowo atau Buni Yani masuk bui
Anak berbohong, bagaimana mengatasinya?
Berhasil jatuhkan Ahok, Buni Yani masuk tim Prabowo
Terpental dari motor, Lorenzo salahkan Marquez
Timses Jokowi jamin dana kampanye halal
Kubu Prabowo waspadai Jokowi gunakan fasilitas negara
Fadli Zon usul pendukung Jokowi diberi sanksi
DPR serukan solusi permanen terkait tumbal nyawa suporter sepakbola
Kubu Prabowo kembali ganti nama koalisi
Ketum Golkar sebut aksi pendukung Jokowi bentuk spontanitas masyarakat
Fetching news ...