Faktor gizi membuat karir politik Sandiaga melesat

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Faktor gizi  membuat  karir politik Sandiaga melesat "Gizinya kayaknya yang beda. Kalau lari di lapangan perlu gizi yang kuat, kalau lari di politik perlu gizi yang cukup." - Bima Arya

Walikota Bogor yang juga politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya memberi komentar terkait perjalanan karier Sandiaga Salahuddin Uno yang melesat cepat sebagai politisi.

Sandiaga dinilai cepat menaiki tangga karier politik karena baru setahun menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta kemudian naik tangga menjadi Cawapres Prabowo Subianto.

"Saya dilantik jadi wali kota itu beliau masih pengusaha biasa. Saya mau periode kedua, beliau juga masih wagub, tapi sekarang tiba-tiba sudah jadi calon wakil presiden. Kencang banget larinya," ujar Bima Arya di Bogor, Senin (03/09/2018).

Menurut Bima Arya, kecepatan karier politik Sandiaga Uno ini disebabkan karena sokongan logistik yang kuat. Sandiaga uno memiliki logistik yang kuat karena merupakan seorang pengusaha dengan kekayaan mencapai Rp5 triliun.

Bima memberikan perumpamaan karier politik Sandiaga seperti atlet lari di lapangan. Menurutnya, Sandiaga Uno seperti atlet dengan gizi yang berlimpah sehingga jika berlari di lapangan akan melesat lebih cepat ketimbang atlet pada umumnya.

Dalam hal politik, logistik yang berlimpah sebagai pengusaha membuat karier politiknya sebagai politisi jauh lebih cepat ketimbang politisi lain.

"Gizinya kayaknya yang beda. Kalau lari di lapangan perlu gizi yang kuat, kalau lari di politik perlu gizi yang cukup. Mungkin beliau bukan sekadar cukup, tapi gizinya berlimpah untuk lari di lapangan politik," ujar Bima Arya.

Sandiaga Uno merupakan pengusaha muda yang sukses di Indonesia, ia sempat dimasukkan ke dalam jajaran orang terkaya di Indonesia versi Forbes dan Globe Asia.

Sandiaga meninggalkan dunia bisnis dan memilih menjadi politisi pada tahun 2015, dengan masuk partai Gerindra. Tidak lama setelah itu, pada tahun 2017 Sandiaga mengikuti kontestasi Pilkada DKI Jakarta dan menang sebagai Wakil Gubernur.

Belum sampai setahun menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI, Sandiaga dicalonkan oleh partai Gerindra untuk menjadi calon Wakil Presiden pada Agustus 2018 mendampingi Prabowo Subianto sebagai calon Presiden.

Golkar anggap dukungan kadernya ke Prabowo bukan suara resmi partai
Forum caleg Golkar dukung Prabowo-Sandiaga Uno
Golkar nilai perempuan penentu utama, bukan objek pelengkap
Menyusui tandem butuh dukungan ayah ASI
Mardani dapat tugas kawal suara emak-emak
Menangkan Prabowo atau Buni Yani masuk bui
Anak berbohong, bagaimana mengatasinya?
Berhasil jatuhkan Ahok, Buni Yani masuk tim Prabowo
Terpental dari motor, Lorenzo salahkan Marquez
Timses Jokowi jamin dana kampanye halal
Kubu Prabowo waspadai Jokowi gunakan fasilitas negara
Fadli Zon usul pendukung Jokowi diberi sanksi
DPR serukan solusi permanen terkait tumbal nyawa suporter sepakbola
Kubu Prabowo kembali ganti nama koalisi
Ketum Golkar sebut aksi pendukung Jokowi bentuk spontanitas masyarakat
Fetching news ...