Mardani dapat tugas kawal suara emak-emak

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Mardani dapat tugas kawal suara emak-emak “Insya Allah, dengan izin Allah, kita akan ganti presiden." - Mardani Ali Sera

Wakil Ketua Timses Pemenangan Pasangan Capres nomor Urut 2 Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera mengaku bergerak cepat dan langsung fokus menggarap segmentasi milenial, emak-emak dan keumatan.

“Bismillah, mohon doanya setelah saya diamanahkan oleh PKS dan Koalisi Prabowo-Sandi menjadi Wakil Ketua Tim Pemenangan Pilpres saya akan bekerja fokus menarik dukungan melalui segmentasi milenial, emak-emak dan keumatan,” kata Mardani, Senin (24/09/2018).

Mardani mengaku mendapatkan tugas tersebut secara langsung dari Sandiaga. Eks Ketua Timses Anis-Sandi pada Pilkada Jakarta 2017 itu juga siap bekerja dengan Ketua Tim Pemenangan dan wakil ketua yang lainnya.

“Insya Allah saya akan bekerja total 100 Persen!” ujarnya.

Mardani mengungkapkan bahwa permasalahan bangsa Indonesia saat ini adalah perekonomian dan lapangan kerja serta utang yang terus membengkak.

“Kita akan jadikan isu ini menjadi program unggulan Prabowo-Sandi,” paparya.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini memaparkan tiga strategi utama menggaet segmentasi keumatan, milenial, dan emak-emak: pertama, penguasaan teritori dengan membentuk gugus komando berbasis kecamatan. Kedua, penguasaan media sosial dan menggunakan big data untuk melakukan micro campaign.

“Ketiga, mensinergikan kerja partai, caleg dan relawan dalam gerak pemenangan,” katanya.

Inisiator gerakan #2019GantiPresiden itu yakin pada tanggal 17 April 2019, hari pencoblosan, tim Prabowo-Sandi akan memenangkan Pilpres.

“Insya Allah, dengan izin Allah, kita akan ganti presiden,” katanya.

Mardani juga mengajak seluruh tim kampanye untuk berkompetisi dengan sehat, “Mari kita tunjukkan kompetisi yang sehat dan elegan dalam Pilpres dan Pileg ini. Kami akan mengedepankan etika dan kemampuan profesional sebagai modal menjaga negeri ini,” katanya.

Ketua DPP PKS  itu pun menyarankan kaum perempuan terutama ibu-ibu untuk ikut ambil bagian dalam proses politik. Pasalnya, kebijakan-kebijakan yang dihasilkan melalui politik akan menentukan nasib mereka.

“Kalau mereka ingin mengubah hidup yang susah menjadi baik, mereka harus menjadi aktor, bukan cuma menjadi objek tapi harus menjadi subjek,” katanya.

Menurut Mardani, gerakan #GantiPresiden yang digagasnya merupakan inisiatif yang baik bagi kaum ibu untuk menyadarkan mereka tentang pentingnya ikut terlibat dalam proses politik.

“Yang terjadi sekarang buat saya luar biasa: ada kesadaran politik. Awalnya masyarakat punya jarak dengan politik dan proses politik. Hastag ini membuat jembatan,” jelasnya.

Merayakan kemerdekaan diri versi Kishimi dan Koga
Mari rayakan 16 hari kampanye antikekerasan terhadap perempuan
Pengampunan sejati
Budiman: Pengetahuan Rocky Gerung so old, sudah kedaluarsa!
PSI usulkan debat capres dan cawapres di desa
PKB nilai Banser ingin bakar bendera HTI bukan bendera tauhid
Bamsoet pimpin peluncuran aplikasi DPR Now
DPR RI minta penjelasan parlemen Myanmar di forum internasional soal Rohingnya
PDIP: pelemahan rupiah sudah sejak Indonesia merdeka
DPR usul aturan pidana atas bea materai
PSI minta Sandiaga tidak nyinyir soal dana kelurahan
Menegakkan prinsip good governance
Selain di perguruan tinggi, PKS usul debat capres di pasar dan gedung olahraga
Fadli Zon nilai Jokowi sindir diri sendiri
Massa ingatkan KPK dengan obat anti masuk angin
Fetching news ...