Proyeksi kerawanan Pemilu 2019

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Proyeksi kerawanan Pemilu 2019

Kementerian Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Soedarmo memaparkan kondisi dari potensi kerawanan dan hasil pemantauan pelaksanaan Pemilu Serentak Tahun 2019.

Soedarmo, memaparkan potensi kerawanan Pemilu 2019 berdasarkan 5 variabel,  kategori dimensi dan subdimensinya.

“Pertama, variabel Kamtibmas, yaitu indikatornya: konflik pendukung, isu SARA, Hoaks dan konflik batas wilayah,” katanya pada acara Rakornas Satpol Tahun 2018 di The Media Hotel and Towers Jakarta, Rabu (05/12/2018).

Kedua, variabel Daftar Pemilih Tetap (DPT) dengan indikatornya: pemilih ganda dan perekaman KTP.

“Ketiga, variable netralitas ASN (Aparatur Sipil Negara) indikatornya: mobilisasi ASN, penggunaan fasilitas Negara,” katanya.

Keempat, variabel penyelenggara Pemilu dengan indikator netralitas penyelenggara pemilu dan penyelenggara pemilu yang terkena sanksi.

“Dan kelima, variabel bantuan dan dukungan dengan indikator: distirbusi logistik, penertiban alat peraga kampanye dan pengamanan TPS” paparnya.

Ia juga menyampaikan tantangan demokrasi melalui politik identitas, ujaran kebencian, dan kampanye hitam menghadapi Pemilu 2019.

“Politik identitas berpusat pada politisasi identitas bersama atau perasaan kekitaan yang menjadi basis utama perekat kolektivitas kelompok,” katanya.

Sementara itu, lanjutnya, radikalisme dalam bentuk ujaran kebencian yang bercampur dengan propaganda politik dan kampanye hitam akan digunakan sebagai alat meraih kekuasaan.

Dalam mengantisipasi potensi kerawanan Pemilu 2019, Soedarmo menjelaskan pentingnya penguatan kerjasama antarpemangku kepentingan dalam Pemilu 2019 dengan melakukan pemantauan kelancaran penyelenggaraan Pemilu melalui pembentukan tim monitoring di daerah berdasar Permendagri Nomor 61 Tahun 2011 Tentang Pemantauan, Pelaporan dan Evaluasi Situasi Sosial Politik di Daerah.

Selain itu, ia mengatakan pemerintah harus mengoptimalkan peran strategis forum-forum daerah dalam rangka mengantisipasi munculnya gangguan keamanan, ketertiban umum, dan ketenteraman masyarakat, pra dan pasca-Pemilu 2019 dengan cara peringatan dini, deteksi dini, dan cegah dini.

“Peran strategis dari forum–forum di daerah dengan mengoptimalkan koordinasi dari Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK)”, pungkasnya.

TNI siap amankan Pemilu Serentak  2019

Dalam kesempatan yang sama, Mabes TNI menyatakan siap mendukung pelaksanaan pemilu secara damai.

“Bersama Polri, kami dukung kegiatan giat cipta kondisi Pemilu 2019, meliputi pelaksanaan patroli gabungan dalam skala besar. melaksanakan sosialiasi kepada masyarakat, dalam menjaga situasi yang kondusif, libatkan 3 pilar desa (Babinsa,Bhabinkamtibmas dan Kades),” ujar Harfuddin Daeng Paban III/Tahwil Ster TNI.

Harfuddin sampaikan bahwa ada sejumlah potensi kerawanan dan kewaspadaan yang harus diantisipasi di tahun politik ini, jelang Pemilu Serentak 2019.

“Pertama, kerawanan terkait tensi politik dalam negeri yang tidak menentu sepanjang 2018-2019,” katanya.

Menurut Harfuddin, ketidakdewasaan dalam berpolitik, konflik horisontal antarkelompok pendukung partai, keamanan perbatasan atau masuknya infiltrator, pengaruh regional dan global akan menjadi ancaman yang patut diwaspadai

“Kedua, kewaspadaan terhadap radikalisme, ekstremisme, dan populisme yang cenderung menampilkan cara berpolitik identitas yang kebablasan,” pungkasnya.

Prabowo ungkit impor beras, ini pembelaan kubu Jokowi
BPN: Jateng vs Malaysia hanya majas
Begini keseruan debat Jokowi dan Prabowo soal caleg mantan napi korupsi
Ruhut nilai SBY setengah hati dukung Prabowo
Fadli Zon sebut Jokowi terlalu dominan dalam debat
Kubu Jokowi nilai Prabowo gagal paham isu terorisme
Kubu Prabowo nilai dapat serangan pribadi saat debat
Tak dibahas di debat Pilpres, ini kata kubu Prabowo soal kasus Novel
TKN: Jokowi beri pukulan telak ke Prabowo
KPU akan evaluasi pelaksanaan debat pilpres
Legislator minta pemerintah perhatikan disabilitas rungu
PPP: Jokowi menang 3-1 atas Prabowo di debat pertama
Ini komentar AHY soal penampilan Prabowo-Sandi dalam debat
Kubu Prabowo dan Kubu Jokowi saling kritik penampilan Capres-Cawapres dalam debat
Ma'ruf Amin tak banyak bicara dalam debat, ini kata kubu Jokowi
Fetching news ...