TKN: Iklan kerja kerja kerja Gerindra garing dan tak inovatif

REPORTED BY: Insan Praditya

TKN: Iklan kerja kerja kerja Gerindra garing dan tak inovatif Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Abdul Kadir Karding

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Abdul Kadir Karding mengatakan iklan politik Gerindra dengan tagline "Kerja, Kerja, Kerja"  garing dan tidak inovatif. Dia menganggap Gerindra ingin menumpangi ketenaran slogan 'kerja, kerja, kerja' yang dimiliki Jokowi pada Pilpres 2014.

"Iklan itu biasa saja, nggak ada yang menarik dan garing. Sangat tidak inovatif sekaligus tidak kreatif. Apalagi iklan ini sebenarnya lebih ingin numpang di kata 'kerja, kerja, kerja' itu karena cukup populer," ujarnya di Jakarta, Senin , (17/12/2018).

Lebih lanjut, Karding mengatakan saat ini Jokowi telah menunjukkan kinerja yang baik. Dia mencontohkan soal menurunnya jumlah pengangguran saat ini. Tidak hanya itu, Menurutnya masyarakat saat ini lebih dimudahkan dalam mendirikan usaha.

"Tingkat pengangguran juga menurun drastis, terbaik di masa Pak Jokowi ini. Kesempatan berusaha juga begitu mudah, dan karena selain kesempatan itu ada, proses untuk berusaha juga relatif lebih mudah karena birokrasi dipangkas. Akses modal, misal seseorang ingin membangun usaha jauh lebih mudah," jelasnya.

Senada dengan Kadir, Juru bicara TKN, Ace Hasan Syaidzly mengatakan bahwa Gerindra telah meniru slogan yang dimiliki oleh Jokowi. Menurutnya, Koalisi Jokowi-Maa'ruf lebih maju karena telah membuktikan slogan tersebut di pemerintah Jokowi.

"Kami selalu lebih maju. Hingga soal slogan pun mereka meniru apa yang telah kami lakukan. Kerja, kerja, kerja merupakan tagline 5 tahun lalu dari Pak Jokowi," kata Jubir TKN Ace Hasan Syadzily kepada

Dia menjelaskan Jokowi sudah bekerja sementara pihak lawan baru buat slogan. Ace kemudian menyindir kubu Prabowo-Sandi yang hanya meniru untuk membuat slogan.

"Kita sudah bekerja dan terus bekerja. Mereka baru berslogan. Untuk membuat slogan saja, mereka meniru sesuatu yang telah dibuat sejak lima tahun yang lalu," tuturnya.

Sebelumnya, Iklan 'kerja, kerja, kerja' milik partai Gerindra diunggah akun Twitter resmi @Gerindra, Minggu (16/12/2018). Video tersebut diawali dengan seorang pemuda yang baru saja lulus kuliah arsitek. 

"Wohoo! Lulus kuliah arsitek langsung cari kerja, kerja, kerja. Katanya kan lowongan banyak, pasti aku bisa kerja, kerja, kerja," kata narator dalam video tersebut.

Video dilanjutkan dengan si pemuda melamar di banyak tempat. Singkat cerita, si pemuda tak mendapat panggilan kerja sesuai cita-citanya, yaitu arsitek.

"Hmmm. Tinggal tunggu waktu panggilan deh, biar nanti kerja, kerja, kerja," ucap narator

Video itu diberi keterangan 'Akses pekerjaan harus terbuka luas, agar kelak tidak ada lagi gelar sarjana yang sia-sia. #PrabowoSandi #AdilMakmur'. Tak lama kemudian, Video iklan 'kerja, kerja, kerja' tersebut ramai dibahas.

Prabowo ungkit impor beras, ini pembelaan kubu Jokowi
BPN: Jateng vs Malaysia hanya majas
Begini keseruan debat Jokowi dan Prabowo soal caleg mantan napi korupsi
Ruhut nilai SBY setengah hati dukung Prabowo
Fadli Zon sebut Jokowi terlalu dominan dalam debat
Kubu Jokowi nilai Prabowo gagal paham isu terorisme
Kubu Prabowo nilai dapat serangan pribadi saat debat
Tak dibahas di debat Pilpres, ini kata kubu Prabowo soal kasus Novel
TKN: Jokowi beri pukulan telak ke Prabowo
KPU akan evaluasi pelaksanaan debat pilpres
Legislator minta pemerintah perhatikan disabilitas rungu
PPP: Jokowi menang 3-1 atas Prabowo di debat pertama
Ini komentar AHY soal penampilan Prabowo-Sandi dalam debat
Kubu Prabowo dan Kubu Jokowi saling kritik penampilan Capres-Cawapres dalam debat
Ma'ruf Amin tak banyak bicara dalam debat, ini kata kubu Jokowi
Fetching news ...