Fadli Zon sebut sejumlah lembaga survei tidak akurat

REPORTED BY: Insan Praditya

Fadli Zon sebut sejumlah lembaga survei tidak akurat

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan sejumlah lembaga survei tidak akurat dalam memberikan rilis persentase elektabilitas paslon capres dan cawapres di Pilpres 2019. Ia menilai metodologi yang digunakan lembaga survei tersebut perlu dievaluasi.

"Ya survei-survei ini kan hanya Indikator ya dan saya seringkali mengatakan sekarang ini banyak sekali survei-survei itu sudah tidak akurat lagi, kenapa? karena metodologi yang dipakai itu mungkin juga perlu dievaluasi," kata Fadli saat ditemui wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (09/01/2019).

Fadli mengatakan ketidakakuratan hasil survei terlihat pada hasil suara Pilkada Jawa Barat 2018. Ia menilai hasil survei elektabilitas pasangan Sudrajat-Syaikhu dan Sudirman Said-Ida Fauziah tak sesuai dengan hasil Pilkada.

Fadli mengatakan seharusnya lembaga-lembaga survei itu membubarkan diri, karena hasil survei sering keliru.

"Misalnya Sudrajat-Syaikhu 6-7persen tapi 29 persen, begitu juga di Jateng pak Sudirman 10 persen tapi 42 persen. Jadi harusnya mereka ini malu yah lembaga-lembaga survei ini. Karena mereka gagal-gagal terus, kalau diluar negeri sudah membubarkan diri," ujarnya.

Selanjutnya, Fadli mempertanyakan asal pendanaan survei lembaga-lembaga survei tersebut. Menurutnya, perlu ada aturan terkait saluran dana yang diterima oleh lembaga survei.

"Saya penting deklarasi dari siapa yang membayar lembaga survei ini penting pasti pajak kita ini penting supaya jadi pemasukan bagi negara gitu. Kalau kita melihat itu maka lembaga-lembaga survei itu perlu ada aturan lah. Selama ini tidak memberikan info yang akurat," pungkasnya.

Sebelumnya, Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil elektabilitas pasangan capres dan cawapres, Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi. Hasil survei itu menunjukkan pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul atas Prabowo-Sandi.

Lembaga indikator melakukan survei pada 16-26 Desember 2018 yang melibatkan 1.220 responden yang memiliki hak pilih di seluruh provinsi menggunakan metode multistage random sampling dengan wawancara tatap muka oleh pewawancara yang sudah dilatih.

Hasil survei Indikator menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf masih unggul di angka 54,9 persen. Sementara itu, Prabowo-Sandi di angka 34,8 persen. Elektabilitas Jokowi dan Prabowo berselisih 20 persen.

PDIP: Prabowo-Sandi hanya naik 4 persen padahal sudah pakai fitnah dan hoaks
DPR setujui dua nama calon hakim konstitusi
IHSG berpotensi menguat hari ini
BPN: Jokowi kehilangan kepercayaan dari masyarakat
Rapat Paripurna sepi, ini alasan Wakil Ketua DPR
Kubu Prabowo nilai OTT Romahmurmuziy tanda pemerintahan Jokowi tidak berhasil
Elektabilitas turun, ini kata kubu Jokowi
Amerika imbau Iran hentikan program rudal balistik
Fadli Zon: Krisis Timur Tengah dipicu masalah politik
Dukungan Erwin Aksa sangat diharapkan kubu Prabowo
IHSG masih bakal tertahan di zona merah
Persoalan DPT bermula dari Kemendagri
Golkar akan rapat internal terkait Erwin Aksa dukung Prabowo-Sandi
Politisi Golkar ini dukung Prabowo-Sandi demi sahabat
DPR: Investor berlarian ke luar karena tingginya ongkos produksi
Fetching news ...