Gerindra akan lawan pihak kaitkan Prabowo dengan hoaks surat suara tercoblos

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Gerindra akan lawan pihak kaitkan Prabowo dengan hoaks surat suara tercoblos Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Habiburokhman

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Habiburokhman menegaskan kubunya tidak mau dikaitkan dengan Bagus Bawana, pelaku pembuat hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos. Menurutnya, Gerindra akan melawan secara hukum jika ada pihak yang mencoba memfitnah kasus tersebut.

"Kami menolak dikait-kaitkan dengan orang dan organisasi tersebut dan akan melawan secara hukum setiap bentuk fitnah yang ditujukan pada kami," ujarnya kepada wartawan, Rabu (09/1/2019).

Lebih lanjut, Habib mengatakan bahwa akan mempersilakan aparat kepolisian untuk menindaklanjuti kasus hoaks tersebut secara tuntas karena dapat merugikan pihak koalisi jika kasus tersebut tidak ditindaklanjuti.

"Kami mempersilakan aparat penegak hukum untuk bekerja mengusut kasus ini sampai tuntas," jelasnya.

Menurutnya, Gerindra sudah menyatakan organisasi relawan yang dipimpin Bagus tidak terdaftar di BPN Prabowo-Sandiaga. Oleh karena itu, partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut menilai organisasi Kornas Prabowo Subianto itu tak memiliki kaitan dengan mereka.

"Kami tidak mengenal orang tersebut maupun organisasinya. Organisasi tersebut juga tidak terdaftar di Direktorat Relawan. Kalau kami lihat foto di media online, organisasi tersebut dideklarasikan 22 Mei 2018, berarti jauh sebelum adanya entitas hukum Paslon Prabowo-Sandi," tegasnya.

Dia menegaskan Gerindra punya kebijakan mengenai penggunaan nama sang ketum dalam pembentukan organisasi relawan. Nama Prabowo, kata Habiburokhman, tak boleh dipakai.

"Sudah sejak 2017 Gerindra punya kebijakan tidak mengizinkan penggunaan nama Prabowo untuk nama organisasi apa pun, tapi yang satu ini tidak terdeteksi," kata ketua DPP Partai Gerindra tersebut.

Sebelumnya, Polisi menangkap Bagus Bawana selaku pembuat konten hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos di pelabuhan Tanjung Priok (02/1/2019) silam. Bagus ditangkap di kawasan Sragen Jawa tengah ketika hendak melarikan diri.

Direktorat Siber Bareskrim Brigjen Pol, Albertus Rachmad Wibowo mengatakan pelaku ditangkap pada tanggal 7 Januari 2019 dini hari. Menurutnya, polisi saat ini sedang melakukan pengembangan terhadap penyebar konten yang berada di luar daerah.

"Kami sudah melakukan penangkapan terhadap beberapa orang tersangka, yang ada di Bogor, di Jawa tengah, di Banten dan di Kalimantan Timur. Kita meyakini suara tersebut berasal dari tersangka yang berinisial BB," katanya di Divisi Humas Polri, Jakarta selatan, Rabu (09/1/2019)

Bagus dijerat polisi dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1996 peraturan Hukum Pidana penyebaran tentang berita dan informasi bohong melalui konten . Hukuman maksimal yang menanti Bagus adalah tiga sampai sepuluh tahun kurungan penjara.

"Pasal yang dikenakan yaitu Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang 1/1946, menyiarkan pemberitaan bohong baik melalui konten Twitter, medsos, dan voice di grup WA," ungkap Kasubdit I Ditsiber Kombes Dani Kustoni dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (09/01).

PDIP: Prabowo-Sandi hanya naik 4 persen padahal sudah pakai fitnah dan hoaks
DPR setujui dua nama calon hakim konstitusi
IHSG berpotensi menguat hari ini
BPN: Jokowi kehilangan kepercayaan dari masyarakat
Rapat Paripurna sepi, ini alasan Wakil Ketua DPR
Kubu Prabowo nilai OTT Romahmurmuziy tanda pemerintahan Jokowi tidak berhasil
Elektabilitas turun, ini kata kubu Jokowi
Amerika imbau Iran hentikan program rudal balistik
Fadli Zon: Krisis Timur Tengah dipicu masalah politik
Dukungan Erwin Aksa sangat diharapkan kubu Prabowo
IHSG masih bakal tertahan di zona merah
Persoalan DPT bermula dari Kemendagri
Golkar akan rapat internal terkait Erwin Aksa dukung Prabowo-Sandi
Politisi Golkar ini dukung Prabowo-Sandi demi sahabat
DPR: Investor berlarian ke luar karena tingginya ongkos produksi
Fetching news ...