Hasil survei tinggi, Kubu Jokowi gunakan medsos untuk imbangi hoaks

REPORTED BY: Insan Praditya

Hasil survei tinggi, Kubu Jokowi gunakan medsos untuk imbangi hoaks Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani, Foto: Nugi

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani mengatakan pihaknya memiliki media sosial untuk mengimbangi kabar hoaks, ujaran kebencian dan fitnah yang selama ini ditujukan kepada capres petahana Joko Widodo.

Hal itu disampaikan Arsul menanggapi hasil survei PoliticaWave yang menunjukkan dinamika percakapan warganet setelah debat pertama Pilpres lebih banyak membicarakan paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf.

"Ya tentulah ya, sebetulnya kalau pak Jokowi karena beliau itu presiden petahana kan soal popularitasnya itu boleh dibilang sudah sangat tinggi. Justru media sosial itu kami pergunakan untuk mengimbangi hoaks, ujaran kebencian dan fitnah yang selama ini ditujukan atau dilabelkan kepada pak Jokowi," kata Arsul saat ditemui wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (08/02/2019).

Arsul mengatakan media sosial yang dikelola oleh TKN sedang fokus membuat meme, sehingga masyarakat tercerahkan.

"Kami saat ini fokus membuat meme-meme dan Alhamdulillah apa itu yang kami yakini memberikan pencerahan kepada masyarakat karena ada dukungan juga dari media arus utama," ujarnya.

Arsul mengatakan hasil survei PoliticaWave tersebut menunjukkan hasil yang positif bagi TKN. Sebab, menurutnya TKN sempat mendapat kritikan karena kalah populer dari media sosial tim sukses palson 02 Prabowo-Sandi.

"Ya sebetulnya ini kalau bagi kami yang di TKN itu kan menunjukkan hasil atau perkembangan yang positif kenapa begitu? karena kalau kita lihat misalnya pada empat sampai beberapa bulan yang lalu itu palson 01 kami kan di TKN sering dikritikin juga bahwa ruang media sosial nya itu kalah jauh dari 02," tuturnya.

Selanjutnya, Arsul dari kritikan itu TKN meningkatkan aktivitas di media sosial. Ia mengatakan sebelum PolitikWave mengumumkan hasil surveinya, TKN juga memiliki tim pemantau media sosial.

"Sebetulnya sebelum politikWave itu merilis hasilnya, kami sudah tahu dulu karena kami juga punya tim yang secara khusus memantau media sosial dari hari ke hari jam per jam detik per detik itu kami juga punya," pungkasnya.

Sebelumnya, Hasil survei analisis data media sosial oleh PoliticaWave menunjukkan paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf lebih unggul daripada paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi. Riset itu dilakukan dari periode 28 Januari sampai 4 Februari 2019 untuk melihat dinamika percakapan warganet mengenai dua kandidat capres-cawapres di media sosial. 

Pendiri PoliticaWave Yose Rizal mengatakan capres dan cawapres Jokowi-Ma'ruf meraih 55 persen percakapan di media sosial selama debat berlangsung. Sementara itu, Prabowo-Sandi hanya 45 persen.

"Total percakapan debat Pilpres mencapai 675.885. Jokowi-Ma'ruf 55 persen, Prabowo-Sandiaga 45 persen," kata Yose beberapa waktu yang lalu.

Kendalikan hama dan penyakit secara alami dengan Tumpang Sari
Kendalikan hama dan penyakit secara alami dengan Tumpang Sari
TKN sebut Ma'ruf Amin akan pakai ayat Alquran di debat ketiga
 Jelang debat ketiga, Ma'ruf Amin dapat masukan dari asosiasi profesi
Kubu Prabowo tepis tudingan politisasi munajat 212
Demokrat minta Jokowi buka dokumen dengan bos Freeport
Ma'ruf Amin bakal ikut dampingi Jokowi
PWJ desak polisi tangkap anggota FPI penganiaya wartawan
Bela Enembe, pendukung aksi tari adat di KPK
AJI kecam tindakan brutal FPI terhadap wartawan
TKN: Pidato Jokowi bukan untuk tandingi Prabowo
Bansos PKH upaya Jokowi kembangkan ekonomi digital
Anak sarapan bernutrisi  memiliki nilai akademis empat kali lebih tinggi
Jokowi akan gelar pidato di Konvensi Rakyat
Kubu Jokowi: Munajat 212 bagian dari politisasi agama
Fetching news ...