PPP tepis calegnya terdakwa korupsi

REPORTED BY: Insan Praditya

PPP tepis calegnya terdakwa korupsi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy menegaskan bahwa calon legislatif dari partainya tidak ada yang memiliki catatan korupsi. Dia mengatakan kadernya hanya memiliki catatan sebagai terpidana umum suatu kasus.

Hal tersebut menanggapi temuan Perludem yang menyebut terdapat kader PPP tingkat kabupaten (DPRD) wilayah Sumatera Selatan yang berlatar belakang koruptor.

"Saya juga sudah berbicara kepada ketua DPW sumatera selatan khusunya yang terdaftar di DCT di tingkat kabupaten DPRD tersebut, bahwa yang bersangkutan adalah mantan terpidana umum bukan korupsi, saya juga harus meluruskan temuan perludem itu," ujarnya di gedung DPR-MPR RI Jakarta, Rabu (13/02/2019).

Terkait putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang akan mengumumkan latar belakang calon legislatif kepada publik, Rhomy mengatakan partainya akan mengikuti ketentuan yang ada pada undang-undang yang berlaku.Menurutnya , masyarakat perlu mengetahui mengenai latar belakang caleg yang akan dipilihnya pada pemilu nanti.

"Pada prinsipnya pada PPP yaitu sesuai dengan aturan saja, saya belum lakukan penelitian lebih lanjut, hanya sesuai dengan sejauh mana dengan ketentuan Undang-undang bahwa seorang pemilih itu berhak mengetahui," jelasnya.

"Sebagai calon pejabat publik bahwa ada hak masyarakat untuk mengetahui siapa yang akan mereka pilih," tambahnya.

Kendati demikian, Rhomy tidak menyetujui jika KPU mengumumkan mengenai latar belakang profil caleg yang bersifat privasi ke publik, karena tidak semua masyarakat berhak mengetahuinya.

"tetapi tentu hal yang sensitif seperti NPWP begitu kan tidak semua masyarakat berhak mengetahui nya, karena itu kan bersifat rahasia," tegasnya.

Sebelumnya, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menemukan 14 caleg mantan narapidana korupsi yang belum masuk ke daftar 49 caleg eks koruptor yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU). Temuan ini muncul setelah Perludem menelusuri dan mengumpulkan putusan pengadilan caleg yang sudah inkrah.

Dilihat dari partai politik peserta pemilu, semula ada empat partai yang tak ajukan caleg eks koruptor, yaitu PPP, PKB, Nasdem, dan PSI. Namun setelah ditelusuri, Perludem menemukan 2 caleg eks koruptor yang maju lewat PPP. Artinya, hanya ada tiga parpol yang tak ajukan caleg eks koruptor, yaitu PKB, Nasdem dan PSI.

"Yang paling banyak pertambahan caleg mantan terpidana di Sumatera Selatan ada lima orang caleg terpidana korupsi. Lalu tambahan dari Sulawesi Selatan ada empat, Sumatera Utara dua, Riau ada dua, Sulawesi Utara ada dua," kata Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini dalam sebuah diskusi di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (07/02/2019).

Kelangkaan gas Elpiji karena praktek pengoplosan
Fadli Zon nilai menteri ikut kampanye munculkan konflik kepentingan
IHSG anjlok mengikuti pelemahan saham global
Fadli Zon: Jokowi halusinasi
Kemunculan bendera Golkar di kampanye Prabowo adalah masalah pidana
Rizal Ramli sebut Prabowo-Sandi mampu tingkatkan daya beli masyarakat
TKN klaim hubungan luar negeri sebagai keunggulan pemerintahan Jokowi
Jangan lakukan ini sebelum bercinta dengan pasangan
Fahri Hamzah curiga tarif MRT akan mahal
Jerman nilai Rusia dibutuhkan dalam penyelesaian konflik Suriah
Fahri: Curhatan Jokowi persempit dukungan masyarakat
Mahathir Mohamad: Israel seperti perampok
IHSG akan terkoreksi wajar hari ini
Krakatau Steel siap kooperatif dengan KPK
Pemburuan liar semakin marak, Walhi desak pemerintah segera selamatkan Orang Utan
Fetching news ...