Penjelasan Kubu Jokowi terkait strategi perang total

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Penjelasan Kubu Jokowi terkait strategi perang total Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani menjelaskan yang dimaksud dengan strategi perang total untuk pemenangan Pilpres 2019 adalah supaya seluruh tim sukses kerja keras secara total dan tidak berleha-leha menjelang hari pemungutan suara 17 April 2019.

"Itu untuk kita bisa kerja total dan kerja keras dan tak berleha-leha lagi, itu maknanya di situ. Itu tadi intensifnya dan sinerginya, ya," kata Arsul saat ditemui wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (14/02/2019).

Arsul mengatakan perang total itu juga untuk mensinergikan antarpartai koalisi. Sebab, menurutnya, mensinergikan koalisi antarpartai bukanl hal yang mudah.

"Itu sebab, ya. Saya kira di kedua kubu, persoalan sinergi antarpartai bukan hal yang gampang dijalankan," ujarnya.

Selanjutnya, Arsul mengatakan perang total dalam strategi pemenangan TKN akan melakukan kegiatan infanteri yang semakin jelas dan konkrit. Ia mengatakan hal itu terkait micro targeting dan pembagian ke beberapa daerah yang belum sempat ditargetkan oleh TKN untuk meraih suara.

"Perang total itu artinya kami melakukan kegiatan-kegiatan infanteri dalam bentuk micro targeting, micro canvasing tapi dengan target yang jelas ya dan juga kerja sama yang benar-benar lebih konkret yang jelas. Misalnya, suatu hari seorang caleglah dari satu partai atau struktur partai dan juga relawan itu berapa ratus rumah berapa RT. Target itu sudah mulai kami petakan juga. Gitu ya dan bagaimana kami melakukan pembagiannya," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko mengatakan pihaknya menggunakan strategi 'perang total' di sisa masa kampanye yang ada. Ia mengatakan strategi ini dilakukan guna merebut target menang besar di Pilpres 2019. 

"Saat ini kita menyebutnya dengan istilah perang total," kata Moeldoko beberapa waktu yang lalu.

Kelangkaan gas Elpiji karena praktek pengoplosan
Fadli Zon nilai menteri ikut kampanye munculkan konflik kepentingan
IHSG anjlok mengikuti pelemahan saham global
Fadli Zon: Jokowi halusinasi
Kemunculan bendera Golkar di kampanye Prabowo adalah masalah pidana
Rizal Ramli sebut Prabowo-Sandi mampu tingkatkan daya beli masyarakat
TKN klaim hubungan luar negeri sebagai keunggulan pemerintahan Jokowi
Jangan lakukan ini sebelum bercinta dengan pasangan
Fahri Hamzah curiga tarif MRT akan mahal
Jerman nilai Rusia dibutuhkan dalam penyelesaian konflik Suriah
Fahri: Curhatan Jokowi persempit dukungan masyarakat
Mahathir Mohamad: Israel seperti perampok
IHSG akan terkoreksi wajar hari ini
Krakatau Steel siap kooperatif dengan KPK
Pemburuan liar semakin marak, Walhi desak pemerintah segera selamatkan Orang Utan
Fetching news ...