Fadli Zon: Jokowi berdebat seperti manajer

REPORTED BY: Insan Praditya

Fadli Zon: Jokowi berdebat seperti manajer Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengungkapkan, Capres petahana Joko Widodo berdebat seperti manajer bukan seperti debat presiden. Menurutnya, Jokowi lebih mengungkapkan sejumlah data dan capaian yang telah dilakukan, terlebih data yang disampaikan keliru.

Menurut Fadli, debat Calon Presiden 2019 seharusnya menjadi ajang untuk mengadu gagasan dan konsep tentang membangun Indonesia ke depan. Sehingga diperlukan abstraksi yang membangun dan konsep pembangunan Indonesia yang akan direncanakan, bukan sekedar hal-hal teknis dan laporan pencapaian.

Hal itu diungkapkan Fadli saat menjadi narasumber pada forum Dialektika Demokrasi bertema “Batasan Norma dalam Debat Capres” di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (21/02/2019). Turut hadir perwakilan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin sekaligus Anggota Komisi XI DPR RI Maruarar Sirait dan Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja.

Fadli menjelaskan debat Capres itu pada konsepnya dibagi menjadi dua yakni presidential debate dan managerial debate. Menurutnya Capres Prabowo Subianto lebih menunjukkan presidential debate, sedangkan Capres Joko Widodo menampilkan diri sebagai manajerial debate.

“Apa yang ditampilkan oleh Capres Prabowo lebih menunjukkan presidential debate, karena ada konsep dan gagasan. Sedangkan Capres Joko Widodo lebih menunjukkan diri sebagai manajer, mengungkapkan data meskipun datanya keliru,” ungkap Fadli

Fadli pun juga mengungkapkan kekecewaannya bahwa data yang disampaikan oleh Capres Joko Widodo terdapat sejumlah kekeliruan. Salah satu kekeliruannya ada klaim yang menyebutkan bahwa tidak ada kebakaran hutan selama 3 tahun, sebagaimana diungkapkan Capres Joko Widodo. Tapi nampaknya dari berbagai sumber hal itu adalah keliru dan kebakaran hutan pun selalu terjadi di setiap tahunnya. 

“Seharusnya Pak Jokowi minta maaf atas kekeliruan data tersebut," sambungnya.

Menurutnya, kekeliruan data ini seharusnya tidak terjadi mengingat Joko Widodo adalah seorang Presiden. Berbeda dengan Prabowo Subianto yang lebih mengungkapkan tentang gagasan besar mengenai Indonesia yang didalamnya menyangkut kedaulatan dan penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.

Fadli Zon nilai menteri ikut kampanye munculkan konflik kepentingan
IHSG anjlok mengikuti pelemahan saham global
Fadli Zon: Jokowi halusinasi
Kemunculan bendera Golkar di kampanye Prabowo adalah masalah pidana
Rizal Ramli sebut Prabowo-Sandi mampu tingkatkan daya beli masyarakat
TKN klaim hubungan luar negeri sebagai keunggulan pemerintahan Jokowi
Jangan lakukan ini sebelum bercinta dengan pasangan
Fahri Hamzah curiga tarif MRT akan mahal
Jerman nilai Rusia dibutuhkan dalam penyelesaian konflik Suriah
Fahri: Curhatan Jokowi persempit dukungan masyarakat
Mahathir Mohamad: Israel seperti perampok
IHSG akan terkoreksi wajar hari ini
Krakatau Steel siap kooperatif dengan KPK
Pemburuan liar semakin marak, Walhi desak pemerintah segera selamatkan Orang Utan
GARBI: Jangan golput, pilih saja figur yang berpengalaman
Fetching news ...