Bela Enembe, pendukung aksi tari adat di KPK

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Bela Enembe, pendukung aksi tari adat di KPK Masyarakat Peduli Papua (MPP) menggelar aksi di pelataran Gedung KPK, Jumat (22/02/2019).

Massa mengatasnamakan Masyarakat Peduli Papua (MPP) menggelar aksi teatrikal di pelataran Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (22/02/2019).

Kehadiran mereka diiringi dengan tarian khas daerahnya lengkap dengan mengenakan pakaian adat. Mereka datang ke KPK bertujuan untuk mendesak lembaga antirasuah yang dipimpin Agus Rahardjo itu supaya meminta maaf kepada Gubernur Papua Lukas Enembe dan rakyat Papua.

"Melalui Aksi Bela Gubernur Lukas Enembe ini, kami tidak patah arang akan terus mengingatkan kepada KPK segera meminta maaf kepada rakyat Papua. Stop kriminalisasi terhadap Lukas Enembe," tegas Koordinator aksi, Sakeus.

Tarian yang dilakukan oleh putra-putri Papua itu menarik perhatian pengunjung KPK baik awak media, aparat Kepolisian maupun warga yang berada di sekitar gedung KPK.

Kata Sakeus, tarian ini sebagai bentuk dukungan kepada Gubernur Lukas Enembe sekaligus krititikan kepada lembaga antirasuah lantaran bertindak tanpa dasar dan berupaya mengkriminalisasi Lukas Enembe. 

"Melalui sajian tarian adat asli Papua ini, kami kembali meminta Agus Rahardjo cs berhenti mengkriminalisasi dan melakukan pembunuhan karakter terhadap Gubernur kami. Kami yakini ini ada skenario jahat bermuatan politis untuk menjatuhkan nama Lukas," tuturnya.

Kemudian MPP juga memberikan pilihan kepada KPK yakni meminta maaf atau membayar denda adat senilai Rp 10 Triliun karena KPK telah membuat kesalahan yang sangat fatal.

"Apabila KPK tidak meminta maaf setiap hari kami akan penuhi KPK bahkan membawa massa lebih banyak lagi sampai KPK resmi meminta maaf," pungkasnya.

Disela-sela aksinya, massa pendukung Lukas Enembe kembali melakukan bakar ban bekas sebagai wujud kekecewaan mereka atas tindakan KPK yang tak kunjung meminta maaf.

Krakatau Steel siap kooperatif dengan KPK
Pemburuan liar semakin marak, Walhi desak pemerintah segera selamatkan Orang Utan
GARBI: Jangan golput, pilih saja figur yang berpengalaman
Jokowi-Ma'ruf kampanye terbuka perdana di Banten
Ini isi tuntutan aktivis lingkungan untuk elit politik
Kubu Prabowo beri pembelaan atas pemecatan guru honorer pose dua jari
Es mencair, puluhan jenazah pendaki di Puncak Everest muncul
Dicoret di dua kabupaten, ini respons Partai Berkarya
BPN yakin sosok Sandiaga Uno mampu lampaui elektabilitas petahana
Impor bawang putih dinilai bakal turunkan elektabilitas Jokowi
Dilaporkan ke Bawaslu, Ma'ruf Amin: Itu tidak tepat
Prabowo-Sandi akan kumpulkan ketum partai dan tokoh agama
Tak serahkan dana kampanye, 11 Parpol digugurkan di tingkat daerah
DPR soroti hak politik narapidana dan warga binaan
Fadli Zon: Wiranto super ngawur
Fetching news ...