News

IHSG kembali menguat dekati 6.500

REPORTED BY: Insan Praditya

IHSG kembali menguat dekati 6.500 Ilustrasi pasar saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat mendekati 6.500 setelah naik 108,73 poin (1,7%) ke 6.497,815. pada sore kemarin (18/02/2019). Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah sore ini menguat ke level Rp14.105.

Pada perdagangan pre opening, IHSG naik 39,191 poin (0,61%) ke 6.428,276. Indeks LQ45 juga bertambah 9,632 poin (0,97%) ke 1.004,605.

Membuka perdagangan, Senin (18/2/2019), IHSG melanjutkan penguatan 50,620 poin (0,79%) ke 6.439,705. Indeks LQ45 bertambah 11,131 poin (1,12%) ke 1.006,104. 

Pada pukul 09.05 waktu JHTS, IHSG melanjutkan penguatan dengan kenaikan 60,292 poin (0,94%) ke level 6.449,377. Sedangkan indeks LQ45 naik 12,897 poin (1,30%) ke 1.007,870. 

Menutup sesi I, IHSG naik 76,95 poin (1,2%) ke 6.466. Sedangkan indeks LQ45 naik 17,23 poin (1,73%) ke 1.012,206.

Pada sore harinya, IHSG ditutup menguat 108,73 poin (1,7%) ke 6.497,815. Sedangkan indeks LQ45 naik 22,84 poin (2,3%) ke level 1.017,813.

Perdagangan saham ditransaksikan 430.217 kali dengan nilai Rp 9,7 triliun. Sebanyak 264 saham menguat, 148 saham turun dan 118 saham tak berubah.

Penguatan IHSG diwarnai menguatnya seluruh sektor saham. Saham sektor industri campuran naik paling tinggi, disusul infrastruktur dan manufaktur.

Kelangkaan gas Elpiji karena praktek pengoplosan
Fadli Zon nilai menteri ikut kampanye munculkan konflik kepentingan
IHSG anjlok mengikuti pelemahan saham global
Fadli Zon: Jokowi halusinasi
Kemunculan bendera Golkar di kampanye Prabowo adalah masalah pidana
Rizal Ramli sebut Prabowo-Sandi mampu tingkatkan daya beli masyarakat
TKN klaim hubungan luar negeri sebagai keunggulan pemerintahan Jokowi
Jangan lakukan ini sebelum bercinta dengan pasangan
Fahri Hamzah curiga tarif MRT akan mahal
Jerman nilai Rusia dibutuhkan dalam penyelesaian konflik Suriah
Fahri: Curhatan Jokowi persempit dukungan masyarakat
Mahathir Mohamad: Israel seperti perampok
IHSG akan terkoreksi wajar hari ini
Krakatau Steel siap kooperatif dengan KPK
Pemburuan liar semakin marak, Walhi desak pemerintah segera selamatkan Orang Utan
Fetching news ...