Sepakbola

Pekerjaan berat PSSI di 2017

1.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
09:53
05 JAN 2017
Editor
Andika Pratama
Sumber
Rimanews

Rimanews - Kondisi persepakbolaan Indonesia dalam masa transisi setelah hancur lebur pada 2016 akibat tidak ada kompetisi dan sanksi dari FIFA selama lebih dari setahun.

Kesuksesan timnas Indonesia mencapai final di Piala AFF 2016 dengan segala keterbatasan menjadi tombak kebangkitan sepak bola tanah air yang sempat mati suri.

Terpilihnya Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi sebagai nahkoda baru PSSI pada kongres 10 November lalu diharapkan membawa angin perubahaan demi prestasi sepak bola Indonesia di level internasional. Masyarakat berharap Edy yang berlatar militer bisa bersikap tegas dalam menjalankan roda organisasi.

Edy Rahmayadi sudah dihadapkan dengan pekerjaan berat sebagai pemimpin induk sepak bola tanah air tersebut. Mulai pembenahan kompetisi, pembinaan usai muda, hingga timnas Indonesia. 

Kongres tahunan PSSI pada 8 Januari bisa menjadi pembuka prestasi sepak bola Indonesia tahun ini dan untuk masa depan. Ada dua agenda penting pada kongres nanti yakni pemulihan status tujuh klub bermasalah, serta pemaparan program kerja PSSI selama setahun.

Agenda pertama yakni menerima atau menolak status tujuh klub terhukum. Sebab, kasus ini bisa mempengaruhi kondisi pesepakbolaan tanah air. Sanksi pembekuan PSSI oleh Menpora Imam Nahrawi dua tahun lalu karena PSSI menolak memasukkan klub bermasalah tersebut untuk ikut kompetisi ISL 2015.

Menpora pun meminta hal yang sama kepada PSSI dan anggotanya agar ketujuh klub tersebut kembali diterima sebagai anggota organisasi.

Sementara agenda kedua yakni terkait program PSSI selama setahun ke depan. Seperti yang dijanjikan Edy saat kampanye lalu, bahwa dirinya akan fokus pada pembinaan usai muda dari Sabang hingga Merauke demi kejayaan timnas Indonesia.

Pada tahun 2017, tidak ada agenda penting yang akan dilakoni timnas senior kecuali pertandingan persahabatan sesuai dengan kalener FIFA. Namun, pada kelompok umur, skuat Garuda akan bertanding dalam sejumlah turnamen.

Turnamen regional yang akan diikuti Garuda Muda seperti kualifikasi Piala Asia U-23 yang digelar 15-23 Juli, kualifikasi Piala Asia U-16 2018 (16-24 September), kualifikasi Piala Asia U-19 (21–29 Oktober), dan SEA Games 19-31 Agustus 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.

PSSI juga tengah menggodak rancangan baru untuk kompetisi 2017, terutama soal regulasi pemain, peningkatan kualitas wasit, serta kompetisi usia dini agar bisa menghasilkan bibit-bibit muda berbakat yang nantinya akan menjadi ujung tombak persepakbolaa Indonesia.

Terkait kompetisi, sejumlah klub sudah mengutarakan keinginannya agar kuota pemain asing dibatasi demi menambah jam terbang pemain muda dan imbasnya ke timnas. Selain itu, PSSI juga harus meningkatkan kualitas pengadil lapangan yang masih banyak dikeluhkan oleh klub saat digelarnya Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. PSSI wajib memastikan bahwa tidak ada lagi klub yang menunggak gaji pemain.

Membenahi semua permasalahan itu memang sangat tidak mudah. Edy dan pasukannya harus bekerja keras untuk membenahi kondisi persepakbolaa Indonesia agar bisa kembali bergairah dan bersaing dengan negara lain.

KATA KUNCI : , ,
Terbaru
24 Februari 2017 | 07:23
Leicester City buang Claudio Ranieri
22 Februari 2017 | 23:19
Luis Milla suka formasi 4-3-3
21 Februari 2017 | 23:33
Spurs buktikan uang bukan segalanya
21 Februari 2017 | 19:27
MU tanpa Rooney di final Piala Liga
Berita Terkait