Sepakbola

Kemenpora kirim surat peringatan kepada PSSI terkait Liga 1

3.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
11:25
03 APR 2017
Reporter
Andika Pratama
Sumber
DBS

Rimanews - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengirimkan surat peringatan kepada PSSI. Surat itu berisi soal belum adanya koordinasi dan permintaan verifikasi klub kepada BOPI terkait pelaksanaan Liga 1 Indonesia.

Hal itu disampaikan Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto kepada pers, Minggu (2/4/2017). Surat bernomor 3.31.8/SET/III/2017 tertanggal 31 Maret 2017 ditujukan kepada Ketua Umum PSSI perihal pelaksanaan verifikasi BOPI dalam penerbitan rekomendasi untuk perizinan kompetisi sepakbola Liga 1.

Surat peringatan tersebut juga ditembuskan pada kepada Kapolri, Kepala Badan Intelkam Mabes Polri dan Ketua Umum BOPI tentang rencana Pengurus PSSI melalui PT Liga Indonesia Baru ((LIB) yang akan mulai menggelar Kompetisi Liga 1 pada tanggal 15 April 2017.

"PSSI dan PT Liga Indonesia Baru sudah seharusnya sejak awal (jauh-jauh hari) melakukan koordinasi dan menyampaikan permohonan verifikasi kepada BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) mengingat BOPI masih tetap diakui keberadaannya sebagai satu-satunya lembaga yang berwenang untuk menerbitkan rekomendasi penyelenggaraan kegiatan keolahragaan profesional," kata Sesmenpora.

Namun, Sesmenpora menjelaskan bahwa surat itu bukan bermaksud mendorong BOPI untuk mempersulit PSSI dalam mempersiapkan segera bergulirnya kompetisi sepakbola Liga 1.

"Surat ini justru membantu PSSI untuk melakukan pembenahan agar era reformasi PSSI yang saat ini bergulir dapat secara konsisten diterapkan di semua lini, khususnya terkait kepatuhan PSSI terhadap aturan FIFA dan peraturan perundangan-undangan yang berlaku," sambungnya.

Faktanya, hingga kini induk sepak bola nasional itu belum berkoordinasi dengan BOPI untuk melakukan verifikasi klub. Padahal, PSSI telah menetapkan kick-off Liga 1 pada 15 April 2017.

"Sudah barang tentu berdasarkan pengalaman kendala verifikasi di awal tahun 2015, maka PSSI tentu sudah banyak mengambil pelajaran yang sangat berharga supaya tidak terulang kembali,"

Proses verifikasi kali ini lebih ringan dari pada persyaratan di awal tahun 2015, karena persyaratannya tidak kaku dalam mengacu pada AFC Club Licensing Regulation dan FIFA Club Licensing Regulation.

"Hal itu dikhawatirkan tidak terpenuhi persyaratannya di saat yang sangat singkat ini dan selain itu juga di era kepengurusan PSSI saat ini telah ada indikasi signifikan ke arah pembenahan yang konstruktif meski masih terbatas,"

Adapun yang dipersyaratkan oleh  BOPI adalah sebagai berikut:

1. Seluruh klub peserta kompetisi Liga 1 harus segera melunasi tunggakan kewajibannya kepada seluruh pemain, pelatih, dan official tim dengan menyertakan bukti pelunasan (jika ada yang masih memiliki tunggakan).

2. Seluruh klub peserta kompetisi Liga 1 harus menyertakan dokumen kontrak kerja professional pemain, pelatih dan official tim kepada BOPI.

3. Operator kompetisi Liga 1 (PT Liga Indonesia Baru) dan seluruh klub peserta harus menyerahkan NPWP,  bukti pembayaran dan pelunasan pajak, serta persyaratan lainnya yang ditetapkan oleh BOPI.

4. Khusus mengenai persyaratan garansi bank dapat dipenuhi oleh seluruh klub paling lambat pada pertengahan musim kompetisi Liga 1.

5. Dalam penyelenggaraan kompetisi Liga 1, rekomendasi BOPI menjadi salah satu syarat administrasi yang harus dipenuhi dalam proses perijinan keramaian yang dikeluarkan oleh Polri.

Terbaru
17 Juni 2017 | 23:34
Sriwijaya FC pecat Oswaldo Lessa
8 Juni 2017 | 11:46
Ayah Yanto Basna wafat
5 Juni 2017 | 20:05
Mimpi treble Juventus
Sepakbola