Menjagal nafsu korupsi

REPORTED BY: Fathor Rasi

Menjagal nafsu korupsi Foto biro Pers setpres

Hari raya Idul Adha dirayakan serentak di bebagai penjuru pelosok Tanah Air. Kumandang takbir saling bersautan sehingga menambah meriahnya perayaan Idul Adha.

Kemeriahan perayaan Idul Adha ini juga kita lihat di dinding-dinding facebook, cuitan di twitter dan bebagai media sosial lannya. Para Netizen tersebut ramai-ramai mengupdate status dan mengunggah foto-foto terkait perayaan Idul Adha. Mulai dari shalat, proses pemotongan hewan kurban, silaturrahmi hingga mereka yang sudah mengolah daging hewan kurban.

Begitu juga dengan pemberitaan partisipasi Presiden Joko Widodo yang turut menyumbangkan hewan kurban berupa beberapa ekor sapi berukuran Jumbo yang disebar diberbagai provinsi di Indonesia. Tentu ada pesan tersembunyi yang mendalam di balik partisipasi Presiden tersebut, bukan hanya soal bagi-bagi daging kurban dalam bungkus plastik untuk mereka yang tidak mampu.

Melalui sapi-sapi kurban dengan harga mahal tersebut, Presiden hendak menyelipkan pesan berupa ajakan untuk berperang melawan korupsi dengan menyembelih ego kebinatangan, kerakusan dan keserakahan yang menghancurkan sendi-sendi kehidupan bangsa dan negara. Karena korupsi juga telah menggerus semangat kebersamaan, persatuan dan kesatuan bangsa.

Keinginan untuk menyembelih nafsu korupsi ini terlihat ketika Presiden Jokowi tidak kuasa membendung rasa kecewa beratnya atas maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) terhadap sejumlah pejabat pusat maupun daerah.  

"Saudara-saudaraku dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote. Kita akan menjadi bangsa maju yang diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain di dunia apabila kita memiliki daya saing. Salah satu penggerus daya saing kita adalah korupsi. Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama memerangi korupsi. Pemerintah mendukung setiap usaha, dari semua pihak, dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi serta memperkuat KPK," tulis mantan Gubernur DKI itu melalui akun facebooknya beberapa waktu lalu.

Nafsu korupsi

Jihad melawan korupsi tidak boleh kendor mengingat masih banyaknya pejabat pusat maupun daerah yang terjaring operasi tangkap tangan akhir-akhir ini. Sebut saja Wali Kota Tegal periode 2014-2019Siti Siti Masitha.Siti ditangkap pada Selasa (29/8/2017) diduga berkaitan dengan kasus rumah sakit umum daerah (RSUD) setempat.

Selain itu, KPK baru-baru ini membongkar korupsi sektor kelautan di Kementerian Perhubungan dimana Direktur Jenderal Hubungan Laut, Antonius Tonny Budiono yang juga terjaring OTT Lembaga Antirasuah itu. Sebelumnya KPK membongkar kasus korupsi di Badan Keamana Laut (Bakamla) dalam kasus suap pengadaan alat pemantau satelit di lembaga tersebut.

Idul Adha merupakan momentum yang pas untuk membangkitkan semangat berkorban untuk bangsa dan negara dengan nyembelih nafsu kebinatangan, kerakusan dan keserakahan yang bisa menghancurkan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dua amalan utama di bulan Muharam
Menjadikan Indonesia kiblat maritim dunia
4 golongan yang dicintai Allah
Menyatukan Soksi Golkar dengan Munas
Sektor ini raup Rp1.500 triliun per tahun, Anda tertarik?
Fetching news ...